Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Dinilai Tidak Sesuai Prosedur
Masyarakat & Kades Keritang Pertanyakan Pemasangan Instalasi Listrik

Arsita K Gulo
Selasa, 20 Mar 2018 | dilihat: 1012 kali
Foto: Dok. Foto Masyarakat Desa Keritang dan Kades

INHIL, Ungkapriau.com- Masyarakat Desa Keritang Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau, mempertanyakan persoalan pemasangan listrik di Desa-nya yang dinilai tidak sesuai dengan prosedur. 

Listrik yang sudah terpasang di Desa Keritang tersebut sering mengalami pemadaman secara tiba tiba. 

Demikian hal ini disampaikan Kepala Desa Keritang, Nazarudin kepada ungkapriau.Com dihadapan sejumlah masyarakat yang didampingi Ketua Badan Pengawas Desa (BPD) Keritang, Zaili K dan Ketua LAM Desa Keritang, H Dermawan saat menyambangi Kantor PLN Area Rengat dalam hal meminta penambahan peningkatan arus listrik di Desanya pada, Senin (19/3/2018).

Nazarudin, kami yang datang kekantor PLN Area Rengat itu bersama ketua BPD Desa Keritang dan Ketua LAMR Desa Keritang, sebagai bentuk sikap kepedulian kami atas keluhan masyarakat hingga mempertanyakan persoalan itu di Kantor PLN dan sekaligus meminta penambahan arus.

"Listrik yang terpasang didesa kami tepatnya di Dusun 1 Lubuk Batu Bernai (pasar keritang, red) tidak memenuhi prosedur, karena arus yang teraliri di setiap rumah, hanya berkisar 150 volt," ujar kades Nazarudin.

Lebih lanjut dikatakan Nazarudin, didesa nya memiliki 11 Dusun yang terdiri dari 50 RT. Dari 11 Dusun tersebut, 10 Dusun tidak memiliki masalah dengan listrik dikarenakan jumlah KK yang sedikit dan pemakaian yang optimal, namun tidak dengan dusun 1 Lubuk Batu Bernai ini.

Pasalnya dusun satu ini hanya memiliki satu Trapu yang terbagi untuk sebanyak 400 KK lebih. 

"Dusun lain tidak memiliki masalah dengan listrik, karena jumlah KK yang sedikit. Sedangkan dusun 1 lubuk batu bernai memiliki jumlah KK yang lumayan banyak yaitu 400 KK lebih. Maka dari itu sering terjadi padam listrik dikarenakan kurangnya daya pasokan listrik, akibatnya juga ada sebagian barang elektronik rusak karena sering naik turun arus tadi. Contohnya AC kantor desa rusak," jelas Kades. 

Untuk itu harap kades, dengan kedatangan dirinya bersama masyarakatnya dapat menemukan titik terang persoalan yang sudah terjadi hampir kurun waktu kurang lebih 2 tahun ini. "Kami datang ke kantor PLN untuk memberitahukan dan meminta kepada pihak PLN menambahkan 1 trapu lagi di dusun 1 tersebut. Agar nantinya pemasokan daya listrik tidak berkurang disetiap rumahnya," harapnya. (Tim/Alvyn)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved