Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Merupakan Kelemahan Pengawasan
Pekerjaan Taman Kota Km 55-Kualo diSinyalir Tidak Sesuai Bestech

syamsul/oberdin
Sabtu, 22 Nop 2014 | dilihat: 1532 kali
Pelaksanaan kegiatan fisik taman kota jalan Km 55-Simpang Kualo Pangkalan Kerinci tahun anggaran 2014 disinyalir tidak sesuai bestech. Pasalnya proyek Dinas Tata Kota, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Pelalawan tahun anggaran 2013 ini dikerjakan asal jadi, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Pantauan wartawan terkait pekerjaan dilapangan, ukuran dan jenis bunganya patut dipertanyakan sfeksifikasinya, karena hasil dari pantauan terlihat bunga atau kembang yang ditanam banyak yang masih kecil alias belum cukup umur.Bahkan pohon dan bunga tersebut ada yang sudah mati, juga sebagian enggan mau tumbuh karena disebabkan tata cara penanaman menyalahi teknisnya. Selanjutnya pekerjaan semenisasi (pot) bunga, dimana terdapat item-item yang belum dikerjakan. Dan adukan semennya juga diduga kuat tidak memenuhi sfek. Anehnya, meski terdapat kesalahan dibeberapa item pekerjaan namun pihak dinas terkait tetap melakukan pencairan 100%. Sehingga proyek tersebut menjadi ajang KKN. Salah satu masyarakat Pkl. Kerinci yang tidak mau disebutkan identitasnya, kepada wartawan, mengatakan, bila pekerjaan tersebut terdapat beberapa kesalahan, misalnya ukuran bunga beserta pekerjaan fisik potnya, kalau dilihat dengan kasat mata hasilnya tidak maksimal dan tidak sesuai harapan. Jelas sumber. “Bunga dan pohon taman kota jalan Km 55-Simpang Kualo yang telah ditanam ada yang sudah mati. Hal ini disebabkan lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait. Padahal proyek tersebut menelan dana APBD Pelalawan bernilai ratusan juta rupiah, namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan”. Sumber ini meminta kepada pihak penegak hukum seperti Kejari Pkl. Kerinci dan Tipidkor Polres Pelalawan supaya menelusuri pekerjaan proyek pengembangan taman kota Pkl. Kerinci tersebut. Dan bila ditemukan ada kejanggalan-kejanggalan didalamnya diharapkan segera menindak lanjutinya. Harap sumber Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Tata Kota, Pertamanan dan Kebersihan Kabupaten Pelalawan H. mazrun. SH melalui PPK Wisnu, St, M. Eng tidak masuk dikantor meski sudah beberapa kali ditemui dikantornya hingga berita ini diturunkan tidak ada tanggapan dari PPK. Ketua LSM FPPI, Haryanto, ketika diminta tanggapannya, di Pekanbaru, menegaskan bahwa setiap pelaksanaan pekerjaan fisik di instansi pemerintahaan selalu bermasalah, hal tersebut kebanyakan disebabkan oleh faktor kesengajaan untuk mencari keuntungan pihak-pihak terkait. “kita akan tindak lanjuti kepada aparat penegak hukum sesuai dengan temuan rekan-rekan wartawan, demi menyelamatkan keuangan negara”. Tegasnya. (Syamsul)

Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved