UNGKAPRIAU, Pekanbaru - Dalam rangka hari guru Kota Pekanbaru tahun 2014, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menggelar seminar internasional pendidikan terkait isu-isu strategis Indonesia – Malaysia. Acara yang digelar di lantai II Hotel Pangeraan Jalan Sudirman, Selasa (2/12). Seminar kali ini menghadirkan dua narasumber dari Malaysia, dan dua dari dalam Negeri.
Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT dalam sambutannya mengungkapkan, salah satu persoalan yang kini dihadapi adalah pengangguran bagi para lulusan, dan ketidaksiapan bersaing dalam dunia kerja, ujarnya sesaat sebelum membuka acara seminar didepan ratusan undangan yang hadir.
Hal ini kata Firdaus, terbukti dari lima kali dilaksanakannnya job expo, peserta dari Kota Pekanbaru sulit bersaing dengan peserta dari luar daerah. Untuk itu, kedepan pendidikan harus match dengan dunia kerja dengan menggalakkan sekolah kejuruan dan politeknik.
Sebab, ucap Firdaus, sekolah-sekolah tersebut pendek waktunya dan memiliki skill. Sedangkan untuk S1 dan S2, kedepan tinggal pengembangan saja.
Ia mengatakan, sebagai masyarakat madani, dituntut untuk memiliki kedisiplinan yang tinggi, penuh toleransi, dan suka bekerjasama. Di lain pihak, pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang mampu menentukan arah kebijakan sesuai tupoksinya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Prof DR Zulfadil SE MBA, mengatakan saat ini pihaknya manaruh perhatian besar terhadap pemerataan pendidikan di Kota Pekanbaru melalui pembangunan sekolah-sekolah baru.
Selain itu, Zufadil juga punya perhatian terhadap anak-anak putus sekolah. Untuk itu, ia mengaku pemerintah telah berupaya membantu dengan pemberian Bantuan Siswa Miskin(BSM), bantuan peralatan sekolah, dan bea siswa bagi siswa yang dinilai berprestasi termasuk oleh perusahaan swasta.
Dan yang tak kalah penting, kata Zulfadil adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, peningkatan mutu guru dan Kepala sekolah, mutlak dilakukan. Saat ini ada 4200 guru yang sudah memenuhi standar kompetensi, imbuhnya.
Sementara Ketua Pelaksana, Drs Abdul Jamal menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menambah pemahaman tentang revolusi mental bersempena dengan hari guru tahun 2014. Para peserta berasal dari Kepsek SD,SMP, SMA, SMK, UPTD se-Kota Pekanbaru,berjumlah 200 orang.
Seminar sehari yang ditaja Disdik Pekanbaru ini, papar Abdul Jamal, dua orang berasal dari negeri jiran Malaysia dan dua berasal dari dalam Negeri. Mereka adalah, Prof DR Muhammad Nor Bin Nawawi (Pengarah Perancangan Strategis UNISEL), Prof DR H Juhri Abdul Muin MPd (Guru Besar Muhamadiyah Metro Lampung), Prof DR Muhammad Zaidi Bin Hajazi (Pengarah Institu Kajian Malaysia-Indonesia UNISEL) dan DR H Syakdanur Nas MS (Ketua Program Study Magister Menejemen Pendidikan UNRI). (fin/urc)
| Reuni Akbar IKA Faperta UIR Sukses, Kompak dan Happy | |
| Eduard Buulolo Minta Polda Riau Tangkap Pelaku Penculikan dan Penganiayaannya | |
| Irjen Pol Herry Heryawan Pimpin Buka Pendidikan Siswa Bintara Polri TA.2025-2026 di SPN Polda Riau | |
| Gibran Rakabuming Raka Apresiasi Gakkum Karhutla Polda Riau | |
| Erisman Yahya: Calon Siswa Yang Tak Lolos Pereingkingan PPDB Tetap Masuk Mengisi Bangku Cadangan | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |














