Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Sesali Pencemaran Nama Baiknya
Bupati HM Wardan Agar Segera Pelaku Ditangkap Polisi

Pimred Ungkap R
Sabtu, 26 Jan 2019 | dilihat: 1119 kali
Foto: Doc foto Bupati Indragiri Hilir HM Wardan yang dilecehkan oleh 4 Akun FB di Medsos

PELALAWAN. ungkapriau.com- Munculnya beberapa akun yang menuduh tentang “Pelacur Wardan” yang diumbar viral di Media Sosial (Medsos) dengan menayangkan sejumlah foto yang menyebutkan bebrapa orang guru sebagai “Pelacur HM. Wardan” membuat Bupati Inhil ini berharap Kapolres untuk segera menangkap pelaku akun itu.

 

HM. Wardan (Bupati Inhil-red) menilai berita yang diumbar di media sosial itu oleh orang yang tidak bertanggung jawab merupakan pelecehan terhadapnya dan dampaknya sangat mempengaruhi moralnya sebagai Bupati Indragiti Hilir.

 

“Sebagai Bupati Inhil sangat tidak terima sejumlah akun Medsos yang telah menuduh saya dengan memuat sejumlah foto beberapa Guru sebagai pelacur Wardan. Tentunya, tuduhan itu tidak mendasar sehungga saya berharap pemilik akun-akun itu segera di tangkap oleh Aparat Kepolisian,” harapnya, Bupati HM. Wardan.

 

Demikian hal ini diungkapkan Bupati Indragiri Hilir HM Wardan kepada media ini, Jumat (25/1/2019) pagi.

 

Menurutnya, semua tuduhan yang viral di sejumlah akun Medsos beberapa hari tetakhir ini meruapakan informasi yang tidak benar dan Hoaks. Untuk itu HM Wardan meminta selurih jajarannya agar menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak Polres Inhil.

 

Orang No. 1 Kabupaten Inhil mengaku kaget atas fitnah yang dialamatkan kepadanya dan mengatakan bahwa hal yang dituduhkan oleh oknum warganet tersebut merupakan perbuatan keji yang bermaksud merusak reputasi saya selaku Bupati Daerah Kabupaten Inhil.

 

“Atas Nama Bupati meminta pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti hal tersebut. Saya tidak ingin muncul persepsi negatif di kalangan masyarakat tentang terhadap saya,” pintanya, seraya menyebutkan inforrmasi itu merupakan berita bohong atau hoaks yang disebar oleh 4 akun Facebook.

 

Terkait berita bohong atau Hoaks ini sangat berpotensi membuat gaduh di tengah-7tengah masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Inhil sehingga dapat mengganggu stabilitas sosial-politik di Kabupaten Inhil.

"Itu hanya aksi cari sensasi saja. Sama sekali tidak ada kebenaran yang terkandung di dalam tuduhan-tuduhannya itu. Saya merasa sangat kecewa dan marah dengan perilaku amoril yang dilakukan oleh oknum netizen seperti itu," pungkas Bupati.

Salah seorang Guru yang inisial OS yang terlihat wajahnya terpampang jelas dalam publikasi foto dengan bertuliskan “Pelacur Wardan” tersebut, keempat akun Facebook yang digunakan untuk publikasi dikelola oleh satu orang dengan mencaplok nama-nama orang lain yang dikenalnya guna menghindari jeratan UU ITE.

"Setahu Saya, itu hanya dilakukan satu orang. Dia menggunakan 4 akun FB sekaligus. Nama-nama akun itu juga merupakan nama orang lain, bukan nama akun asli pelaku," tuturnya.

Saat ini, OS mengaku sudah diminta keterangan oleh penyidik polres inhil atas pelaporannya terkait pencemaran nama baik dengan penyebarluasan melalui 4 akun di media sosial.

"Semoga setelah memberikan keterangan kepada pihak penyidik kemaren, bisa memberikan informasi yang jelas, agar pengungkapan kasus ini bisa lebih cepat,” ujar OS.

Sementara itu, menurut Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim, Akp, Indra Lamhot Sihombing, membenarkan adanya informasi pelanggaran terhadap UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami sedang mendalami dan mengumpulkan keterangan - keterangan terkait hal tersebut, sekaligus menunggu laporan resmi dari pihak-pihak yang dirugikan, semoga dalam waktu dekat, kita sudah bisa mengambil tindakan sesuai peraturan perundang undangan yang ada,” tutup indra.***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved