PELALAWAN. ungkapriau.com- Menanggapi kondisi Jalan Lintas Bono oleh salah seorang Tokoh Masyarakat (Tomas) Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Riau. Dirinya mengeluh usaha yang dikembangkan masyarakat ilir sungai kampar menurun drastis.
Menurunnya perkembangan berbagai usaha yang dikembangkan masyarakat di wilayah ilir sungai kampar tersebut, dikarenakan kondisi jalan Lintas Bono yang telah mengalami kerusakkan yang mengakibatkan pendistribusian barang-barang dagangan masyarakat mengalami penurunan pemeasaran.
Lain sewaktu jalan baru ditimbun dan pengerasan dahulu, transportasi ramai lalu lalang para pengendarapun banyak mampir untuk membeli barang dagangannya sehingga perekonomian cepat berputar dan meningkat.
Hal ini di sampaikan Azwir kepada ungkariau.com saat di konfirmasi di pasar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Senin (29/4/2019).
Azwir menyebutkan, pada saat Musrenbang di tingkat Kecamatan Teluk Meranti tahun 2019 lalu. Perusahaan yang beropareasi di wilayah Kabuaten Pelalawan diminta untuk merespon berbagai keluahan masyarakat termasuk kerusakn Jalan Lontas Bono ini.
“Iya benar, dalam Musrenbang Tahun 2019 itu, saya turut hadir dan juga disinggung tentang adanya 18 perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Teluk Meranti dan telah membuat MoU dengan pemerintah daerah kabupaten Pelalawan. salah satu poin dalam MoU tersebut yakni melakukan pemelirahan jalan lintas bono menjelang realisasi pengaspalan dari Pemerintah Provinsi Riau maupun dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan,” ungkap Azwir.
Sejatinya. Perusahaan yang sudah membuat kesepakatan itu harus menunjukkan komitmennya dengan merespon Jalan Lintas Bono yang sudah rusak ini untuk dilakukan pemeliharaan menjelang menunggu diaspal oleh Pemerintah Provinsi Riau.
Selain perusahan memperhatikan kondisi Jalan Lintas Bono ini juga pemerintah daerah harus jemput bola supaya segera terealisasi peningkatan jalan lintas bono ini. “Kita hanya mengingatkan dan sekaligus menagih janji yang tertuang dalam MoU perusahaan itu,” kata Pemilik usaha Dua Putri ini
Lebih lanjut Azwir berharap perusahaan- perusahaan yang sudah membuat MoU tersebut segera melakukan perawatan jalan lintas bono yang kondisinya semakin rusak parah supaya masyarakat dapat meningkatkan taraf perekonomian terlebih lagi Kecamatan Teluk Meranti adalah daerah wisata ombak bono yang sudah mendunia.
"Perusahaan masih kurang memperhatikan daerah kami ini, misalnya, tidak adanya pencucian paret yang sudah tertutup rumput dan kotoran serta tidak melakukan pembersihan bahu jalan yang sudah bersemak. Kita berharap perusahaan-perusahaan lebih komit dan respon lagi,” Azwir mengakhiri. (Syamsul)
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















