Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Warga Desa Teluk Marbau Menduga
PT. SAL Serobot Lahan Warga di Perbatasan Desa

Staf redaksi
Senin, 21 Okt 2019 | dilihat: 1270 kali

INHIL, Ungkapriau.com- Perusahaan Perseroan Terbatas Perkebunan Kelapa sawit Setia Agrindo Lestari (PT. SAL), mendapat penolakan dari warga desa Teluk Marbau, kecamatan Gaung, kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

 

Masyarakat Desa Teluk Merbau menolak PT. SAL ini, terkait dengan lahan warga yang diduga telah diserobot oleh pihak perusahaan. .

 

Demikian keterangan dugaan penyerobotan lahan warga ini diterangkan Koordinator Lapangan LSM 1001 Parit Kabupaten Inhil, Anton kepada wartawan ini, Senin (21/10/2019)

 

Anton menyebutkan, sesuai hasil infestigasi Tim LSM-nya dilapangan dan persoalan penyerobotan lahan warga yang diduga kuat dilakukan oleh PT. SAL. Bahkan sebelumnya persoalan itu sudah penah disurati yang hingga kini belum ada jawaban dari pihak perusahaan.

 

Terkait persoalan itu, masyarakat telah memberikan kuasah untuk mengurusnya. "Saya telah diberi kuasa oleh masyarakat secara tertulis untuk mengambil alih kewenangan. Perkataan yang saya lontarkan ini akan saya pertanggung jawabkan baik di masyarakat maupun di hadapan hukum," ujar Anton, di lokasi lahan yang diduga diserobot oleh PT SAL.

 

Karena selama ini, sambung Anton, PT SAL telah melakukan "penyerobotan" lahan milik warga desa Teluk Marbau di perbatasan desa Lahang Hulu. Anton mengaku berkali-kali menemui petugas lapangan PT. SAL. Tapi, sejauh ini tidak pernah direspon.

 

Petugas lapangan PT.

SAL, Adi saat dikonfirmasi awak Media, enggan memberikan keterangan. Dia justru meminta kami menghubungi Anton. "Buat apa saya menyampaikan, bila hasilnya itu juga," kata Adi dengan ketus.

 

Pemilik lahan yang juga ketua kelompok masyarakat, Bastian mengatakan, PT SAL melakukan "penyerobotan" sejak tahun 2014. Namun, sampai detik ini belum ada titik terang. "Coba banyangkan, sekitar belasan hektar tanah kami diklaim milik mereka. Cara seperti ini menindas masyarakat," kata Bastian.

 

Sama halnya dengan Bastian, Aswan yang lahannya juga "Diserobot" PT. SAL merasa tersisihkan. Aswan bingung harus mengadu ke mana, dia juga bertanya-tanya keberadaan pihak yang berwenang dalam menangani kasus yang menimpa masyarakat ini. "Apakah kami memang dibiarkan untuk ditindas korporasi," ujar Aswan kesal.  

 

Dikutik dari Mongabay.co.id, PT. SAL juga berkonflik dengan warga desa Pungkat, Inhil. Warga menuding PT. SAL menebangi hutan dan mengancam kelangsungan kebun pinang dan kelapa mereka. Anak usaha First Resources ini pun berkonflik dengan masyarakat.  

 

Catatan Mongabay.co.id Bupati sudah keluarkan surat pemberhentian operasi sementara, tetapi di lapangan terus berjalan. Warga pun kirim surat ke BPN agar lembaga ini tak keluarkan hak guna usaha (HGU). (Rhama Melo)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved