Jakarta, CNN Indonesia -- Pengajar Politik dan Pemerintahan Universitas Padjadjaran Bandung Dr. Muradi menilai setidaknya ada empat Keputusan Presiden (Keppres) yang seharusnya dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo dalam mengatasi polemik Calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan.
Keppres yang pertama adalah penghentian Sutarman menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Kemudian dilanjutkan dengan mengeluarkan Keppres pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Kapolri.
"Pak Jokowi kan menunda hal tersebut, penundaan ini bukan menuntaskan masalah. Tapi hanya sekedar menghibur, padahal kedepannya bisa jadi akan semakin rumit," ujar Muradi di WarunKomando, Tebet, Jakarta, Minggu (18/1).
Adapun Keppres ketiga adalah penonaktifan Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Kapolri, selama proses hukum berlangsung. Hal ini didukung oleh Ketua DPP Bidang Hukum PDIP Trimedya yang juga merupakan anggota komisi hukum DPR.
| Baca juga: | |
| Kapolsek Pangkalan Kerinci Tangkap Sejumlah Pemain Judi | |
| Zamur Das; Pengalokasian Dana PPIDK Harus Sesuai Pada Sasaran | |
| JK Dukung Jokowi Tenggelamkan Kapal Malaysia | |
Lalu Keppres keempat adalah pengangkatan Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti menhadi pelaksana tugas (Plt) Kapolri. "Kan ada unsur, kalau di undang-undang itu adanya kejadian luar biasa mengapa Budi Gunawan dinon-aktifkan lalu, ada Plt. Kapolri," tuturnya.
Diketahui, Jokowi mengeluarkan dua Keppres kemarin (17/1) dalam menanggapi polemik status tersangka yang diberikan KPK kepada Cakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Keppres tersebut adalah keputusan memberhentikan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri dan menunjuk Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti untuk menjalankan tugas, fungsi dan wewenang Kapolri.
Presiden Jokowi pun menunda melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Kapolri. Ia menekankan, sikap yang dia ambil hanya bersifat menunda dan bukan membatalkan.
(pit/pit)
| KPU Nisel Gelar Pencabutan Nomor Urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Nisel | |
| Deklarasikan Dukungan ke Paslon Sokhi - Yusuf di Pilkada Nisel 2024 | |
| Romanus Telaumbanua Kecam Oknum Penyebar Fitnah Paslon Bupati Nias Selatan | |
| Sokhi Atulo Laia Harapkan Dukungan Masyarakat Nisel di Pilkada 2024 | |
| Nazarudin-Abu Bakar Digiring Lautan Manusia Mendaftar di KPU Pelalawan | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















