PELALAWAN (Ungkapriau.com)- Kapolsek Termuda Polres Pelalawan, IPDA Dymas Bagus Bimantara,S.TrK kelahiran asal Pasuruan 02 November Tahun 1995 ini, dipercaya oleh Kesatuannya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai Kapolsek di Pelalawan Riau.
IPDA Dymas Bagus Bimantara, S.Tr.K Kelahiran Pasuruan, 2 November 1995 ini merupakan Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2018 yang kini menjabat sebagai Kapolsek Teluk Meranti Polres Pelalawan.
Mengemban tugas tambahannya sebagai anggota Polri dan menjabat Kapolsek di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan hingga menjadikannya semakin dewasa dalam menjalankan tugas - tugas Polri dalam memberikan pelayanan yang mengayomi masyarakat diwilayahnya.
Demikian prefektif tugas dan amanah yang dipercayakan kepada Kapolsek Teluk Meranti ini dan terlihat jelas semangatnya IPDA Dymas Bagus Bimantara,S.Tr.K sejak menjabat Kapolsek.
Siapa sangka tugas seorang Pimpinan di sektor Polsek itu mudah, tentu jawabannya tidak seperti yang dibayangkan oleh pemikiran awam seperti halnya penjelasanya yang menyebut rasa tanggung jawab seorang pimpinan sangatlah berat termasuk memanage internal dengan tujuan menjaga citra, harkat, dan martabat diri sendiri hingga konstitusional Polri itu sendiri.
Hal ini disampaikan Kapolsek termuda di Pelalawan Riau kepada media di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Rabu (24/02/2021).
Angota Polri yang belum lama ini menitik kariernya sebagai Kapolsek di Teluk Meranti dan kini Kapolsek muda ini sedang di hadapkan pada tantangan besar dalam hal penanganan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Terlebih di tempat dia bertugas termasuk daerah yang rawan terjadinya karhutla. Apalagi Kecamatan Teluk Meranti ini memiliki banyak kontur tanah bergambut.
IPDA Dymas mengatakan mau tak mau kini beliau harus bekerja lebih keras untuk mengatasi masalah tersebut. Apalagi sekarang musim kemarau dan penanganan karhutla menjadi atensi langsung Presiden Republik Indonesia Jokowidodo.
Ia melanjutkan bahwa untuk mengobati kerinduannya pada keluarga, Dymas selalu sempatkan untuk video call bersama istri dan anak yang sekarang masih dalam kandungan serta juga kedua orang tua meskipun kadangkala terkadang terkendala dengan sinyal.
"Alhamdulillah saya selalu di support oleh orang-orang yang saya sayangi. Di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, perjalanan ke titik pemadaman seringkali harus menggunakan speed boat dan tantangannya adalah ombak Bono yang kuat," jelasnya.
Kapolsek muda ini juga menyebut Teluk Meranti terkenal dengan sungainya yang dapat menciptakan ombak yang sangat besar yaitu Ombak Bono. "Kami sering mengalami kendala dalam perjalanan, sampai pernah speed boat yang kami naiki, putus kendalinya akibat di hantam ombak. Alhamdulillah masih diberikan keselamatan oleh Allah SWT,” kata Dymas.
Lebih lanjut IPDA Dymas membandingkan perbedaan pemadaman api di tanah gambut dengan tanah mineral. Tanah gambut apabila sudah terbakar dan kita injak, kaki kita akan masuk kedalam tanah tersebut. Bara api didalam tanah gambut masih menyala, sangat berbahaya untuk orang yang belum paham dengan sifat tanah gambut.
Apabila terjadi Karhutla, saya selalu memberikan atensi kepada anggota agar selalu mengutamakan keselamatan diri. Lalu saya melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait untuk bersama-sama mengatasi. Misalnya api cukup besar dan biasanya kami meminta untuk dilaksanakan water boombing menggunakan helikopter dan membuat sekat bakar menggunakan excavator untuk membatasi penyebaran api semakin meluas.
"Iya benar, upaya melalui darat, kami menyiramnya dengan menggunakan berbagai alat seperti mesin sibahura, mini tohatsu, ministriker, robin dan lain sebagainya," jelasnya.
“Alhamdulillah banyak TKP Karhutlah yang sudah dapat saya padamkan bersama anggota. Berkat kerjasama dan koordinasi yang baik di semua lini. Sampai saat ini selalu bersyukur masih selalu bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat terutama untuk membuat udara yang bersih dan bebas asap untuk seluruh masyarakat, karena udara yang bersih dibutuhkan oleh anak cucu kita. Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan dan keselamatan bagi kita semua. Insyaallah lelah kami menjadi berkah untuk semuanya, amin.” Sambung IPDA Dymas.
Sebelumnya IPDA Dymas juga bercerita bahwa Jarak tempuh Polres Pelalawan ke Polsek Teluk Meranti kurang lebih 3 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang cukup parah. Tantangan utama di wilayah hukum Polsek Teluk Meranti ini adalah kebakaran hutan dan lahan, yang menjadi atensi bapak Presiden Jokowidodo.
“Banyak cerita yang saya dapatkan saat melaksanakan pemadaman Karhutla. Mulai dari lahan terbakar yang susah di jangkau, jatuh bangun dari motor, tanah gambut yang dalam, sumber air jauh, cuaca panas terik, lahan semak yang sangat luas, hingga saya harus terpisah oleh jarak dengan istri saya karena sedang dalam keadaan hamil dan sekarang tinggal di Jakarta. Untuk saat ini di Riau, kami tidak ada keluarga sama sekali. Jadi istri saya sementara di Jakarta.***
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















