Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Disbudparpora Pelalawan Buka Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda

yul/sul/yanto
Jumat, 13 Jun 2014 | dilihat: 8566 kali
Foto: Kepala DisBudparpora Kab. Pelalawan H. Zulkifli. S.Ag, M.Si saat memberikan penjelasan materi

Pelalawan – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disbudpapora) Kabupaten Pelalawan gelar kegiatan pembukaan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda Kabupaten Pelalawan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dimulai 10 s/d 12 Juni 2014 dan dipusatkan di Hotel Panbinari Pangkalan Kerinci. Hadir sebagai narasumber dari Dispora Pekanbaru Drs. Armiyus Thaib. MBA, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pelalawan Drs. H.Milyono. M. Kes , dan dihadiri Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kepala Bidang Pemuda, Kepala Bidang Olahraga, Kepala Bidang Kebudayaan serta diikuti 48 orang pemuda, masing-masing utusan 12 kecamatan 4 orang. Kepala Disbudparpora Kabupaten Pelalawan H. Zulkifli, S.Ag. M. Si, pada sambutannya mengatakan, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga telah menyusun cetak biru (BLUE PRINT) untuk membangun karakter dan budaya wirausaha di kalangan pemuda, menanggulangi pengangguran pemuda, membuka peluang usaha dan kesempatan kerja bagi pemuda, melembangkan usaha ekonomi pemuda yang berdaya saing, mengubah sikap dan budaya pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. “Salah satu usaha pemerintah untuk memecahkan permasalahan di atas dan mengantisipasi munculnya permasalahan ikutan adalah meggerakkan kewirausahaan pemuda yang berorientasi pemberdayaan dan pengembangan ekonomi rakyat pedesaan”, jelasnya. Dikatakan, dilema ini telah banyak memicu kegiatan-kegiatan kepemudaan di lapangan yang dirancang untuk meningkatkan pendapatan mereka, termasuk pelatihan-pelatihan keterampilan bermata pencaharian. Akan tetapi, kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan secara sendiri-sendiri dan kurang menyentuh pada perubahan paradikma serta membentukan mental dan sikap wirausaha. Hal ini antara lain disebabkan belum adanya pedoman penyelenggaraan yang dapat memandu penyelenggaraan pelatihan di lapangan dalam menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan pemuda yang menghasilkan wirausahawan yang tangguh berkecakapan hidup. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan kewirausahaan ini menjadi penting untuk di hadirkan di lapangan. Ada tiga tren global yang mendorong keharusan mencetak LEADPRENEURSHIP pada lapangan kaum muda. Pertama semakin ketatnya persaingan antara bangsa dan negara pada ranah ekonomi, industri, perdagangan, teknologi, dan sosial-budaya. Kedua, perubahan besar dalam melakukan rekayasa pembangunan berkelanjutan. Ketiga, meningkatnya kelompok usia muda memerlukan lapangan kerja. Sebaliknya, pembangunan perkelanjutan sangat memerlukan peran pemuda sebagai pelaku pembangunan. Oleh sebab itu, jangan sampai terjadi, pemuda menjadi beban pembangunan. Maka elemen bangsa dan Negara memiliki tugas menyiapkan dan mencetak pemuda agar memiliki kemampuan dan jiwa leadpreneurship, katanya. Lebih jauh Zulkifli menjelaskan, kita semua tentu mengetahui bahwa kewirausahaan bukanlah sesuatu yang bisa di pelajari hanya dengan TEXTBOOK, dihafalkan, diujikan dan kemudian lulus dengan hasil baik, melainkan sesuatu yang lebih mendalam. Wirausaha memerlukan pengajaran dengan cara yang berbeda. Mulai dari memberikan motivasi. Contoh-contoh dan yang paling penting adalah upaya untuk mempraktekkan, karena wirausaha tidak bisa hanya dalam bentuk konsep teori di atas kertas. Program kewirausahaan merupakan aktulisasi dari Inpres no 4 tahun 1995 tanggal 30 juni 1995 tentang gerakan Nasional memasyarakatkan dan mebudayakan kewirausahaan. “Perlunya upaya menumbuh kebanggaan jiwa dan semangat kewirausahaan di dalam diri pemuda, meningkat kewirausahaan merupakan salah satu pilar penting dalam menegakkan ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan utamanya dalam menanggulangi permasalahan kemiskinan dan pengangguran pemuda itu sendiri”, jelas Zulkifli lagi. Zulkifli mengatakan, di tengah kecenderungan kebanyakan pemuda yang hanya mencari kerja, seorang intrepreneur muda harus berani mengubah Mindset dan Trend tersebut dengan mulai merintis usaha dan menunjukkan pemuda mampu menciptakan lapangan kerja. Tugas pemerintahan adalah mendorong percepatan pembangunan kewirausahaan dan menfasilitasi wirausaha muda dengan menyediakan produk kebijakan yang memihak pada kepentingan pemuda serta dukungan dana stimulus yang merangsang pengembangan usaha pemuda. “Melalui program ini, kita harapkan tingkat kewirausahaan di indonesia dapat terus meningkat sehingga nantinya masyarakat Kabupaten Pelalawan tidak lagi hanya dapat menjadi pencari kerja atau Pegawai tapi sebagai pecipta kerja atau pembuka lapangan kerja. Pemkab Palalawan mendukung sepenuhnya upaya yang bertujuan untuk meningkatkan lapangan kerja”, katanya. Ia berharap kedepan program-program seperti ini dapat diikuti oleh wirausahawan lain sehingga pada akhirnya generasi sebagai kader kaum cerdik cendekia bangsa dapat menjadi pengusaha-pengusaha tangguh guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat indonasia yang lebih baik. “ Kami sangat mengharap kepada saudara-saudara agar dapat mengikuti pelatihan dan pembekalan ini dengan sungguh-sungguh, tukas Zulkifli.

Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved