Pelalawan, UNGKAP RIAU - Kendati Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan telah berhasil merealisasikan 7 Program prioritas Bupati Pelalawan (H.M.Harris) di era kepemimpinannya. Akan tetapi, masih ada program untuk Konsumsi Air bersih yang kian dikeluhkan masyarakat Kabupaten Pelalawan dan khususnya Kelurahan Kerinci Timur, Kec. Pkl. Kerinci, belum maksimal dinikmati seluruh warga penduduk yang ada di Bumi Lago Permai itu.
Memang kebutuhan Air Bersih khususnya masyarakat BLP ini, sejak Kepemimpinan H.T. Azmun Zaafar SH, (Mantan Bupati Pelalawan) dan juga H. Rustam Effendi (Mantan Bupati Pelalawan) dan dilanjutkan dengan Kepemimpinan bupati yang sekarang. Ya, Kebutuhan Air bersih ini merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Demikian hal ini disampaikan salah seorang penduduk Perumahan Bumi Lago Permai, Hadirat G beserta salah seorang IRT, Demiana, Kepada UNGKAP RIAU, dikediamannya di Perumahan BLP Kec. Pkl. Kerinci Pelalawan, Jum’at (24/07).
Menurutnya, masyarakat perumahan BLP ini begitu senang dengan Program Bupati Pelalawan untuk menjawab keluhan masyarakat tentang kebutuhan Air Bersih masuk disetiap rumah-rumah penduduk. Memang Pemerintah Daerah sudah membangun PAM-PDAM yang terletak di Desa Kualo, Kec. Pkl. Kerinci.
PAM-PDAM ini, sudah lama dioperasikan. Bahkan air dari PAM-PDAM tersebut telah masuk di perumahan penduduk BLP, namun Airnya menguluarkan aroma Amis, keruh dan kotor menggambarkan kekurangan obat/kapori.
Hadirat membenarkan kepada UNGKAP RIAU bahwa Pemerintah Daerah sudah membangun PAM-PDAM sebagai bentuk penyelesaian keluhan masyarakat tentang kebutuhan Air Bersih di daerah itu. Akan tetapi, yang menjadi persoalannya lagi, tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, karena Airnya terkadang baru hidup hingga Pukul 10:00 WIB, pagi.
“Kebutuhan Air Bersih ini, kami atas nama penduduk Perumahan BLP meminta Bupati Pelalawan untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan konsumsi Air Bersih tersebut sebelum masa periodenya berakhir,” pintanya mengakhiri.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pelalawan, Hasan Tua Tanjung, ketika dikonfirmasikan Jum’at (24/07) melalui Kepala Bidang Cipta Karya T. Said Hartomas, pihaknya membenarkan bahwa Mesin PAM-PDAM yang tersedia saat ini, tidak dapat mencukupi kapasitas, karena melebihi penduduk yang menggunakan air bersih itu.
Mengenai persoalan airnya keruh dan kotor, besar kemungkinan Pipa Len Aplication kerumah penduduk bocor, sedangkan persoalan keterlambatan airnya masuk kerumah-rumah warga, bukan karena tidak hidup, melainkan tegangan atau kekuatan mesin PAM kita ini, tidak mencukupi jumla penduduk yang menggunakan Air dari PAM-PDAM itu.
| Baca juga: | |
| Masyarakat Diminta Tidak Mengasingkan Penderita Kusta | |
| SMPN-1 Pangkalan Kerinci Lepaskan Siswa/i Sebanyak 349 | |
| Warga Pkl Kerinci Minta Kejaksaan Panggil Bagian Aset & Rekanan | |
Kabid Cipta Karya mengatakan, mengenai persolan Air PAM nya Keruh, pihaknya akan segera memeriksa Pipa Len Aplicationnya. Dikhawatirkan Pipanya bocor dan segera diperbaiki, ujarnya.
Tengku Said, berkaitan dengan Program Konsumsi Air Bersih ini, Bupati Pelalawan (H.M.Harris) sudah mengajukan surat usulan kepada Menteri Republik Indonesia tentang Air Bersih/Penyediaan Air Minum Kota Pangkalan Kerinci Nomor 050/Bappeda-S/2015/125 tentang Air Bersih.
“Surat usulan Bupati Pelalawan ini kepada Menteri PU Pusat, terkait dengan pertumbuhan penduduk Kabupaten Pelalawan khususnya Kota Pk. Kerinci sebagai Ibu Kota Kabupaten, yang jumlahnya melebihi 7 Persen per tahun menyebabkan perlunya kecepatan dan peningkatan dalam penyediaan kebutuhan warga kota,” terangnya.
Kita ketahui kebutuhan warga kota ini adalah Air bersih yang saat ini di kota Pkl. Kerinci sudah beroperasi unit pengelolaan Air bersih Pemerintah Daerah, namun dengan kapasitas 20 Liter per detik yang melayani lebih kurang 20 persen rumah tangga, tidak mencukupi dengan kapasitas yang ada.
Dijelaskannya, sehubungan hal tersebut, dalam rangka peningkatan kapasitas dan perluasan jangkauan pelayanan air bersih di Pkl. Kerinci, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan memohon dukungan pembangunan dari Kementrian Pekerjaan Umum. DED rencana pengembangan tersebut sudah tersedia dengan perkiraan kebutuhan Anggaran sebesar Rp. 43. 142. 303.000.
“Sebesara Rp. 43. 142. 303. 000,- yang diusulkan oleh Bupati ini kepda Pemerintah Pusat, mudah-mudahan terkabulkan sesuai pengajuan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dalam usulan itu, kita yakin dengan Bupati kita ini. Apapun yang dilobo oleh beliau kepada Pemerintah Pusat, pasti akan tercapai. Ya, bila APBD Kabupaten Pelalawan membangun peningkatan kapasitas itu bisa-bisa saja. Mungkin tujuan Bupati kita ini agar anggaran Daerah bisa diarahkan dengan pembangunan yang lain, sehingga beliau meminta Dana APBN untuk membangun peningkatan kapasitas itu,” tuturnya. Y01/Abdul/Demiana
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















