Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kabut Asap Selimuti Pelalawan.
Seorang Balita Terserang Penyakit ISPA & Sesak Nafas

Abdul
Rabu, 16 Sep 2015 | dilihat: 2003 kali

UNGKAP RIAU, PELALAWAN - Beberapa minggu terakhir ini, bencana Asap yang selimuti Daerah Kabupaten Pelalawan-Riau menyebabkan banyak anak-anak usia dini diserang infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan sesak nafas akibat menghirup udara yang bercampur dengan asap.

Salah satu contohnya, seorang anak balita (bayi) bernama Muhammad Aldi (M.Aldi) yang masih berusia tiga bulan, anak dari pasangan Ponidi dan Agustriyana, warga Kecamatan Pkl.Kerinci, sedang menjalani rawat Intensif di ruang balkon anak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur RSUD Selasih melalui dr.Tati S.Pa selaku dokter yang menangani pasien (M.Aldi) kepada UNGKAP RIAU (UR) di Rumah Sakit Umum Daerah Selasih, Pkl.Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Rabu (16/09).

Menurut penjelasan dokter Tati S.Pa, saat bayi tersebut dibawa ke rumah sakit, Selasa (15/09) malam, orang tuanya menyampaikan keluhan bahwa anaknya mengalami sakit Diare.

Namun setelah di periksa, ternyata bukan itu penyebab bayi tersebut sakit.

Tati S.Pa, "ya, setelah kita tangani dan memeriksanya, ternyata anak ini sedang diserang penyakit infeksi saluran pernafasan dan sesak nafas akibat kabut Asap ini. Maka bayi 3 bulan ini dilakukan rawat inap agar tidak tambah parah dan dilakukan perawatan intensif,” katanya ketika itu.

Disampaikannya bahwa kondisi sang bayi sudah mulai berangsur membaik dan sudah ada peningkatan dibanding kali pertama dirawat.

"Saat ini sudah ada perubahan dan kita tetap melakukan perawatan secara intensif sampai kondisinya benar-benar membaik. Mudah-mudahan kondisi sang bayi ini terus menunjukkan peningkatan perubahan hingga dinyatakan sehat dan bisa dibawa pulang kembali oleh orang tuanya,” jelasnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Daerah Selasih, Kasmianto kepada UR menyebutkan, dengan bencana Asap yang melanda Riau dan Kabupaten Pelalawan beberapa minggu terakhir ini. Banyak menyebabkan kerugian pada masyarakat.

"Kerugian pertama adalah, masalah Sekolah diliburkan, kemudian masalah penyakit yang gampang sekali menyerang anak-anak (ISPA), bahkan mengakibatkan penurunan pendapatan perekonomian masyarakat, karena susahnya beraktifitas di luar rumah yang disebabkan oleh kabut asap ini,” katanya.

Tambah Kasmianto, "akibat dari tercemarnya udara dan menimbulkan berbagai penyakit, secara otomatis orang yang terkena pasti akan mengeluarkan biaya untuk berobat, kemudian angka laka lantaspun pasti meningkat, itu dikarenakan asap yang pekat ini,” tutupnya. Abdul



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved