UNGKAP RIAU, PELALAWAN - Beberapa minggu terakhir ini, bencana Asap yang selimuti Daerah Kabupaten Pelalawan-Riau menyebabkan banyak anak-anak usia dini diserang infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan sesak nafas akibat menghirup udara yang bercampur dengan asap.
Salah satu contohnya, seorang anak balita (bayi) bernama Muhammad Aldi (M.Aldi) yang masih berusia tiga bulan, anak dari pasangan Ponidi dan Agustriyana, warga Kecamatan Pkl.Kerinci, sedang menjalani rawat Intensif di ruang balkon anak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih.
Hal ini dibenarkan oleh Direktur RSUD Selasih melalui dr.Tati S.Pa selaku dokter yang menangani pasien (M.Aldi) kepada UNGKAP RIAU (UR) di Rumah Sakit Umum Daerah Selasih, Pkl.Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Rabu (16/09).
Menurut penjelasan dokter Tati S.Pa, saat bayi tersebut dibawa ke rumah sakit, Selasa (15/09) malam, orang tuanya menyampaikan keluhan bahwa anaknya mengalami sakit Diare.
| Baca juga: | |
| Isi Berita Perusahaan Penerbit Hanya Sermonial | |
| Seorang Wanita Paruh Baya Perawang Diamankan Sat Narkoba Polres Siak | |
| 7 Orang Terbaik Terjaring Dalam Seleksi | |
Tati S.Pa, "ya, setelah kita tangani dan memeriksanya, ternyata anak ini sedang diserang penyakit infeksi saluran pernafasan dan sesak nafas akibat kabut Asap ini. Maka bayi 3 bulan ini dilakukan rawat inap agar tidak tambah parah dan dilakukan perawatan intensif,” katanya ketika itu.
Disampaikannya bahwa kondisi sang bayi sudah mulai berangsur membaik dan sudah ada peningkatan dibanding kali pertama dirawat.
"Saat ini sudah ada perubahan dan kita tetap melakukan perawatan secara intensif sampai kondisinya benar-benar membaik. Mudah-mudahan kondisi sang bayi ini terus menunjukkan peningkatan perubahan hingga dinyatakan sehat dan bisa dibawa pulang kembali oleh orang tuanya,” jelasnya.
Kepala Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Daerah Selasih, Kasmianto kepada UR menyebutkan, dengan bencana Asap yang melanda Riau dan Kabupaten Pelalawan beberapa minggu terakhir ini. Banyak menyebabkan kerugian pada masyarakat.
"Kerugian pertama adalah, masalah Sekolah diliburkan, kemudian masalah penyakit yang gampang sekali menyerang anak-anak (ISPA), bahkan mengakibatkan penurunan pendapatan perekonomian masyarakat, karena susahnya beraktifitas di luar rumah yang disebabkan oleh kabut asap ini,” katanya.
Tambah Kasmianto, "akibat dari tercemarnya udara dan menimbulkan berbagai penyakit, secara otomatis orang yang terkena pasti akan mengeluarkan biaya untuk berobat, kemudian angka laka lantaspun pasti meningkat, itu dikarenakan asap yang pekat ini,” tutupnya. Abdul
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |














