Pekanbaru (ungkapriau.com)- Maraknya kasus narkoba yang melibatkan napi dalam penjara menjadi perhatian serius dari berbagai kalangan masyarakat.
Teranyar kasus pengiriman narkotika jenis Sabu cair dari Batam ke Depok yang di gagalkan oleh Bareakrim Polri pada awal April 2023.
Menurut keterangan Pers Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juhasa, pengiriman narkotika sabu dalam bentuk cairan seberat 2 kilogram, dikendalikan oleh salah satu narapidana di Lapas Kelas I Tangerang.
Awalnya Subdit 4 Dittipidnarkoba menerima informasi bahwa adanya pengiriman sabu dari Batam menuju Depok. Informasi ini diterima pada 27 Maret 2023.
Mukti menyebut sabu cair itu disimpan dalam 9 buah botol berwarna bening. Dalam hal ini, Bareskrim bekerja sama dengan Bea Cukai Batam.
"Dari hasil interogasi terhadap Sari Andriyani, yang bersangkutan menjelaskan bahwa paket yang dikirimnya dari Batam tersebut berasal dari 2 kilogram sabu berbentuk kristal yang dicairkan dengan bahan kimia methanol," kata Mukti di gedung Bareskrim Polri, Rabu (5/4/2023).
Mukti menyebut tersangka Sari mencairkan sabu itu di apartemennya di Nagoya, Batam.
| Baca juga: | |
| Seorang Pengendaran Mobil Avanza Jadi Korban Laka Lantas | |
| Polri Tangkap 15 Pengedar Narkoba Trans Nasional | |
| Kasat Narkoba Polres Siak Giat Melakuka Penyuluhan | |
Menyikapi masih maraknya peredaran Narkoba yang melibatkan Narapidana ini membuktikan bahwa alat komunikasi HP masing bisa di pakai oleh Narapidana dalam Lapas.
Salah satu penggiat anti kejahatan Narkotika Sefianus Zai, SH. MH selaku ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Riau meminta kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly agar menindak tegas KALAPAS, KARUTAN serta KPLP/ KPR yang masih main-main dengan mengizinkan HP masuk Lapas/Rutan.
"Kita selaku LSM penggiat Anti kejahatan Narkotika, Minta Pak Menkumham tegas, Copot dan jangan beri kesempatan lagi kpd Kalapas/Karutan,.serta KPLP/KPR yg masih mengizinkan alat komunikasi HP masuk ke dalam LAPAS/RUTAN, ini sdh jadi rahasia unum, HP masih jadi komoditi yang di selundupkan ke dalam," ucap Sefianus.
Ketua LAN Riau yang juga dikenal sebagai tokoh muda Riau ini menegaskan bahwa salah satu sukses Bandar narkoba adalah masih adanya HP masuk Lapas.
"Antek2 bandar narkoba tak risau jika anggotanya tertangkap, krn nanti di dalam justru lebih aman buat komunikasi karena bisa pakai HP, oleh karena itu, tolong lah Pak Menteri, Pak Dirjen Pas jangan kasih ampun kepada Kalapas dan Karutan nya, COPOT dan jangan pernah kasih jabatan, minimal 5 tahun kepada mereka yg masih main-main," tegasnya.
"Awali dengan pencopotan Kalapas dan KPLP lapas Tangerang ini, ini sangat penting sebagai pelajaran bagi yang lainnya serta agar marwah kemenkumham terjaga," Pinta Sefianus.
"Kami tunggu aksi Pak Menteri dan Pak Dirjenpas dalam mengevaluasi kinerja Kalapas/ Karutan di seluruh Indonesia, terlebih Kalapas dan Kepala Pengamanan Lapas Tangerang ini," ucap Sefianus mengakhiri.***
| Reuni Akbar IKA Faperta UIR Sukses, Kompak dan Happy | |
| Eduard Buulolo Minta Polda Riau Tangkap Pelaku Penculikan dan Penganiayaannya | |
| Irjen Pol Herry Heryawan Pimpin Buka Pendidikan Siswa Bintara Polri TA.2025-2026 di SPN Polda Riau | |
| Gibran Rakabuming Raka Apresiasi Gakkum Karhutla Polda Riau | |
| Erisman Yahya: Calon Siswa Yang Tak Lolos Pereingkingan PPDB Tetap Masuk Mengisi Bangku Cadangan | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















