Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Ketua IPMPB Pelalawan,
Salamuddin Toha Suarakan Pencopotan Kapolres Pelalawan ke Kapolri

Yulianus Halawa
Sabtu, 01 Mar 2025 11:01 WIB | dilihat: 15537 kali
Foto: Ketua IPMPB Pelalawan Salamuddin Toha yang menyuarakan Pencopotan Kapolres Pelalawan ke Kapolri

Pelalawan (ungkapriau.com)- Belum beberapa bulan. AKBP Afrizal Asri, S.Ik di tempat tugaskan sebagai Kapolres di wilayah Kabupaten Pelalawan-Riau dan kini orang Nomor-1 Polres Pelalawan ini, diprotes masyarakat Pelalawan melalui Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pelalawan Bersatu (IPMPB).

Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pelalawan Bersatu (IPMPB), Salamuddin Toha menyebut AKBP Afrizal Asri, S.Ik yang menggantikan AKBP Suwinto itu, dinilai tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan kehadirannya di Kabupaten Pelalawan, tidak memberikan rasa aman kepada masyarakat.

AKBP Afrizal Asri, sangat jauh berbeda dengan Kapolres - kapolres sebelumnya. "Kapolres - Kapolres sebelumnya pandai bermasyarakat dan juga responsif diberbagai prsolan yang menjadi keresahan," kata Salamuddin Toha.

Kinerja Kapolres Pelalawan ini, perlu dievaluasi oleh Kapolri melalui Kapolda Riau. Pasalnya, sejak dirinya bertugas di daerah ini, terlihat jelas berbagai aktivitas Ilegal Logging dan usaha - usaha ilegal lainnya, marak di wilayah hukumnya.

Ini merupakan catatan buruk dalam kinerjanya, "Belum beberapa bulan bertugas dan aktivitas ilegal di daerah itu begitu marak dan berkembang subur," ujarnya.

Contoh bisnis ilegal yang saya maksud itu. seperti ilegal logging, Rokok Ilegal dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Padahal, pertama dirinya menginjakkan kaki di bumi Seiya Sekata dan berjanji untuk memberantas ilegal - ilegal.

"Benar, hal itu dikatakannya bahwa pemberantasan berbagai bisnis ilegal merupakan komitmen utama beliau. Namun, bukannya memberantas, justru aktivitas ilegal itu, semakin menjadi - jadi," ungkap Toha kesal.

Selain itu, Kapolres Pelalawan juga sempat melakukan monitoring ke seluruh OPD dan Perangkat Desa Se-Lingkungan Kabupaten Pelalawan.

Akan tetapi, hasil monitoringnya ditutup - tutupi sampai sekarang. 

Sudah pastilah, "Kuat dugaan dalam kegiatan monitoring itu. Kapolres Pelalawan sudah terima upeti atau ada upaya pemerasan terhadap sejumlah OPD dan Perangkat Desa," pungkasnya.

Sebelumnya juga sempat viral video ucapan mahasiswa pelalawan di group - group whatsapp yang meminta Kapolres Pelalawan segera dicopot.

“Kami menilai Kapolres Pelalawan seolah - olah risih dengan adanya video tersebut. Sehingga perlu mencari dukungan kepada orang - orang yang mengklaim dirinya sebagai aktivis pelalawan," katanya.

Oknum - oknum yang mengaku aktivis Pelalawan ini. Kami juga tidak mengetahui latar belakang pendidikannya. Hal itu, kami anggap tidak jelas, karena asal alumni universitas nya juga kami tidak tahu.

"Benar, kami tidak mengetahui asal alumni mana serta asal universitas oknum itu. Tapi, dirinya mengaku eks pengurus salah satu organisasi mahasiswa di Kabupaten Pelalawan. Ini juga perlu dipertanyakan apa kepentingannya dalam pengakuan itu. 

Kami menilai adanya dugaan semacam upaya yang dilakukan oleh Kapolres Pelalawan untuk memecah belah mahasiswa dan pemuda pelalawan," ketusnya.

Pertanyaan kami dalam hal ini. “Kalau kapolres pelalawan bersih, kenapa harus risih?.”

“Kenapa harus mencari validasi ke sana ke mari.?

“Padahal ini kan negara demokrasi. Maka sah-sah saja ketika kami sebagai masyarakat tempatan tidak lagi merasakan aman maka kami minta yang menjaga keamanannya segera dicopot,” Tutup Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pelalawan Bersatu (IPMPB) ini. (Sumber Lintas10)***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved