Pelalawan (ungkapriau.com)- Tidak sedikitnya, puluhan Anak-anak calon Siswa-siswi yang memilih melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN) Pangkalan Kerinci, di khawatirkan tak sekolah karena sistem PPDB di SMKN 1 itu lebih mengutamakan calon siswa dari kabupaten tetangga dibanding siswa/i ber KTP Pangkalan kerinci.
Sistim PPDB Tahun ajaran 2025-2026 di SMKN 1 Pangkalan Kerinci itu dilaksanakan melalui Online dengan beberapa jalur yaitu Jalur Prestasi, Jalur Zonasi, Jalur Umum, Afirmasi dan terakhir sisipan.
Sungguh ironi dunia pendidikan saat ini dimana anak-anak yang hendak memperoleh pendidikan sesuai keinginan misalnya dan tidak tercapai karena dihalangi dengan sistem yang diberlakukan.
Anehnya lagi, peserta anak-anak yang tidak tertampung saat sistem pendaftaran penerimaan didik baru (PPDB) di SMKN 1 ini memiliki Nilai rata-rata diatas 80 dan juga masyarakat asli Domisili Pangkalan Kerinci, dan juga tercatat ber kependudukan (KK) Kabupaten pelalawan. Namun tidak masuk karena alasan penuh Kuota.
Anehnya dalam pantauan media ini terkemukan adanya anak-anak siswa-siswi diluar domisili atau penduduk kecamatan pangkalan dan Kabupaten Pelalawan. Bahkan anak-anak dari kabupaten tetangga seperti kabupaten Siak. Hal ini, menjadi pertanyaan besar bagi kalangan orangtua murid.
Lebih lagi terkait rumor yang berkembang bahwa calon peserta didik baru tidak diterima karena tidak memenuhi persyaratan menjadi kesempatan bagi oknum mencari keuntungan.
Hal tersebut diduga terjadi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025-2026 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan-Riau.
Puluhan orang tua wali murid mengeluh dan merasa sangat kecewa terhadap tahapan penerimaan siswa baru di SMKN 1 itu.
"Anak saya nilainya diatas 81 melalui jalur zonasi, tempat tinggal kami di kecamatan pangkalan. Namun, tidak diterima dengan alasan tidak lulus perangkingan sistem online PPDB," jelas sumber yang tidak menyebut identitasnya itu.
Memang ada pak, Pihak sekolah mengarahkan kami ke SMAN 2 atau SMAN BERNAS untuk memenuhi Kuota SMAN 2. Namun Anak saya tidak mau karena memilih sekolah kejuruan.
Bila anak saya tidak memilih sekolahnya di sekolah menengah kejuruan negeri 1 ini, tidak perlu kami repot-repot dan bertahan di SMK karena kami lebih dekat SMAN 1 Pangkalan Kerinci.
| Baca juga: | |
| Kejaksaan Pangkalan Kerinci Diminta Transparan | |
| Pemeliharaan Jalan Riau Ujung Diduga Sarat Manipulasi | |
| Siswi SDN 006 Pangkalan Kerinci Raih Juara 1 FLS2N Tingkat Provinsi Riau | |
Hal berbeda salah seorang orangtua siswa yang menceritakan anaknya masuk di SMKN 1 yang awalnya tidak lulus perangkingan online. "Anak saya tidak masuk pereingkingan dan terpaksa lewat pintu belakang," sebut sumber yang tidak mau menyebutkan namanya.
Lebih lanjut sumber mengatakan, keinginan anaknya mau ambil jurusan automotif diminta oleh oknum senilai 8 juta rupiah diluar uang baju seragam sekitar 10 juta jumlahnya, karena dana tidak mencukupi anaknya masuk dijurusan lain yakni jurusan IT dengan biaya 5 juta rupiah.
"Sampai saat ini saya belum dapat melunasi baju seragamnya, dikarenakan membayar masuk sekolah anak saya itu, apalagi penghasilan kami terbatas," keluh sumber kepada wartawan baru-baru ini.
Dikatakan sumber, untuk anak-anak yang tidak diterima di SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci, bila ingin masuk lewat pintu belakang harus menyiapkan dana dan biayanya bervariasi sesuai permintaan jurusan.
"Saya kaget ketika mengambil formulir. Kami disuruh datang kesekolah jam 12 malam dan setiba disekolah orang tua siswa sudah ramai bergerombol untuk ambil formulir," beber sumber.
Kekecewaan dan kepupusan harapan juga diungkapkan salah satu anak GD (16) seorang yatim yang keseharian ibunya bekerja dirumah makan. Ia tidak diterima disekolah tersebut, karena, kalah dinilai, GD tidak melanjutkan sekolah kejenjang berikutnya, karena, tidak berminat disekolah lain.
"GD ingin sekali sekolah di SMK N 1 Pangkalan Kerinci dan tidak mau bersekolah ditempat lain pak", harapnya.
Disaat anak-anak banyak tidak diterima dikarenakan tidak memenuhi persyaratan, Anggota DPRD Pelalawan beserta Dewan Pendidikan Kabupaten Pelalawan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, hasilnya terkesan dinikmati oleh kepentingan kelompok oknum.
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pangkalan Kerinci, H. Nasir, ketika dikonfirmasi melalui pesan Whats App nya, (15/8/2025), tidak membalas, hingga berita ini ditayangkan.
Masyarakat meminta kepada Gubernur Riau, Abdul Wahid, supaya pendidikan di Kabupaten Pelalawan khususnya di SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci diperhatikan secara serius jangan syarat kepentingan karena dari tahun ketahun dinilai selalu bermasalah. (Sul).
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















