UNGKAP RIAU, INHU - Untuk kelancaran belajar megajar siswa/i di SMP jarak jauh yang terletak di Desa Talang Durian Cacar kecamatan Lubuk batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Kepala Desa Talang Durian Cacar, Mardianto, ajak masyarakat dan Perangkat Desa Rapat dalam rangka memikirkan cara penambahan pembayaran honorer para guru di daerah itu.
"Tujuan kita mengajak Rapat masyarakat dan perangkat Desa Talang Durian Cacar ini untuk mencari solusi agar ajar mengajar di SMP 02 berjalan dengan baik," ungkap kepala Desa kepada UNGKAP RIAU dikantornya belum lama ini.
Walaupun sebelumnya ajar mengajar di SMP 02 ini berjalan dengan baik. Bahkan sudah berjalan kurang lebih 3 tahun prises belajar di sekolah jarak jauh ini. Dan memiliki murid sebanyak 60 orang. Namaun tenaga guru pengajar berjumlah 7orang. Itupun tidak ada yang PNS melainkan hanya tenaga Honorer saja.
Dijelaskannya bahwa tenaga Guru Honorer ini belum terpikirkan oleh Pemda Inhu tentang kesejahtraannya. Bahkan gaji honornya hanya sebesar Rp 300 / bulan.
| Baca juga: | |
| Menjelang Bulan Ramadhan Tempat Maksiat Ditertibkan | |
| Wartawan Harus Mengutamakan Kepentingan Masyarakat Bukan Pejabat | |
| Anggota DPRD Riau Lakukan Penjaringan Aspirasi Masyarakat Pelalawan | |
Mengingat hal sedemikian maka terpaksa saya menganggarkan Dana ADD desa sebesar 10 juta pertahunnya untuk tenaga honorer.
"itu pun dana sebesar 10 juta itu tidak mencukupi, sehingga pada ketika itu saya ajak Tokoh-tokoh masyarakat dan perangkat Desa Rapat untuk mencari solusi penambahan honorer guru-guru itu," terangnya.
Alhamdulillah, dalam Rapat Forum Desa tersebut menemukan solusinya dengan memungut dan atau memotong hasil kebun sawit bagi warga.
"Masyarakat yang memiliki Kebun Sawit sepakat dipotong hasil panen kebunnya sebesar 5 Persen 2 Minggu sekali," jelasnya.
Dengan cara tersebut para guru bisa terbantu dan bernapas dalam tambahan uang penerimaan honorernya dalam sebulan. "Ya, kalau sebelumnya mereka hanya terima 300 ribu perbulan tapi sekarang sudah mencapai 500 ribu perbulan nya," kata Mardianto.
"Kami bersama perangkat Desa serta masyarakat membuat kebijakan sedemikian mengingat anak-anak kita didesa Talang Durian Cacar bebes dari buta huruf," ujarnya.
Menurutnya lagi, Walaupun jauh dari perkotaan anak-anak ini dan bisa menyaingi anak-anak yang di luar sana tentang daya tangkap dalam kepintaran.
"Harapan saya kepada Pemkab melalui dinas pendidikan indragiri hulu, mari sama-sama pikirkan nasib guru honoer di desa Talang durian cacar ini," harap Kades Mardianto. (Asnan)
| Kapolda Riau dan Kodam XIX Tengku Tambusai Diminta Serius Berantas Ilegal Logging di Perkebunan Sawit PT.Teso. | |
| Anggota DPRD Riau dan BEM ITB Indragiri Lakukan Pengembangan Pembibitan Kelapa Sawit di Inhu | |
| Warga Desa Sei.Beras Inhu Minta APH Audit Dana Desa | |
| Ade Agus Hartanto Hadiri Acara Wisuda 137 Mahasiswa UNRIDA Gedung Prof Indrayani Hall | |
| Wiston Pandiangan Minta Kapolres Inhu Tes Urine Anggota DPRD dan Kepala Desa | |
| Kabupaten Indragiri Hulu Matangkan Pelaksaan Takbir Keliling | |
| Polres Kampar Hadirkan Ustadz Abdul Somad di Acara Tabligh Akbar | |
| Tower Telkomsel Baru Di Kelurahan Teluk Meranti Tidak Maksimal Pancarkan Jaringan | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |














