Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
SMP 02 Jarak Jauh idamkan tenaga guru PNS.
Kades Talang Durian Cacar Ajak Rapat Masyarakat & Perangkatnya

urc
Selasa, 01 Mar 2016 | dilihat: 5645 kali
Foto: Mardianto, Kepala Desa Talang Durian Cacar, Rengat, Inhu.

UNGKAP RIAU, INHU - Untuk kelancaran belajar megajar siswa/i di SMP jarak jauh yang terletak di Desa Talang Durian Cacar kecamatan  Lubuk batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Kepala Desa Talang Durian Cacar, Mardianto, ajak masyarakat dan Perangkat Desa Rapat dalam rangka memikirkan cara penambahan pembayaran honorer para guru di daerah itu.

"Tujuan kita mengajak Rapat masyarakat dan perangkat Desa Talang Durian Cacar ini untuk mencari solusi agar ajar mengajar di SMP 02 berjalan dengan baik," ungkap kepala Desa kepada UNGKAP RIAU dikantornya belum lama ini.

Walaupun sebelumnya ajar mengajar di SMP 02 ini berjalan dengan baik. Bahkan sudah berjalan kurang lebih 3 tahun prises belajar di sekolah jarak jauh ini. Dan memiliki murid sebanyak 60 orang. Namaun tenaga guru pengajar berjumlah 7orang. Itupun tidak ada yang PNS melainkan hanya tenaga Honorer saja.

Dijelaskannya bahwa tenaga Guru Honorer ini belum terpikirkan oleh Pemda Inhu tentang kesejahtraannya. Bahkan gaji honornya hanya sebesar Rp 300 / bulan.

Mengingat hal sedemikian maka terpaksa saya menganggarkan Dana ADD desa sebesar 10 juta pertahunnya untuk tenaga honorer.

"itu pun dana sebesar 10 juta itu tidak mencukupi, sehingga pada ketika itu saya ajak Tokoh-tokoh masyarakat dan perangkat Desa Rapat untuk mencari solusi penambahan honorer guru-guru itu," terangnya.

Alhamdulillah, dalam Rapat Forum Desa tersebut menemukan solusinya dengan memungut dan atau memotong hasil kebun sawit bagi warga.

"Masyarakat yang memiliki Kebun Sawit sepakat dipotong hasil panen kebunnya sebesar 5 Persen 2 Minggu sekali," jelasnya.

Dengan cara tersebut para guru bisa terbantu dan bernapas dalam tambahan uang penerimaan honorernya dalam sebulan. "Ya, kalau sebelumnya mereka hanya terima 300 ribu perbulan tapi sekarang sudah mencapai 500 ribu perbulan nya," kata Mardianto.

"Kami bersama perangkat Desa serta masyarakat membuat kebijakan sedemikian mengingat anak-anak kita didesa Talang Durian Cacar bebes dari buta huruf," ujarnya. 

Menurutnya lagi, Walaupun jauh dari perkotaan anak-anak ini dan bisa menyaingi anak-anak yang di luar sana tentang daya tangkap dalam kepintaran.

"Harapan saya kepada Pemkab melalui dinas pendidikan indragiri hulu,  mari sama-sama pikirkan nasib guru honoer di desa Talang durian cacar ini," harap Kades Mardianto. (Asnan)

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved