Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Miss Communication,
Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media

Yulianus Halawa
Sabtu, 22 Nop 2025 07:13 WIB | dilihat: 76408 kali
Foto: Kepala Desa Batang Nilo Kecil, Kecamatan Pelalawan saat klarifikasi kembali pernyataannya yang viral di sejumlah Media.

Pelalawan (ungkapriau.com)- Sehubungan dengan pemberitaan dugaan penyimpangan Dana Desa Batang Nilo Kecil yang viral baru-baru ini, yang mana Kadesnya mengaku belum ada kegiatan tahun 2025 dan meminta agar jangan memberitakan persoalan pembangunan di desa tersebut. Hal itu akhirnya diklarifikasi kembali oleh Rahnus selaku Kepala Desa (Kades) Batang Nilo Kecil.

Pada hari Jumat (21/11/2025), di Pangkalan Kerinci, Rahnus kembali menemui sejumlah wartawan yang konfirmasi padanya pada pemberitaan sebelumnya. Pada saat itu Kades ini secara terbuka memberikan penjelasan dan juga meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai telah salah.

"Saya mohon maaf kepada rekan-rekan ya, setelah pemberitaan itu saya sadar bahwa ada penyampaian saya yang tidak seharusnya," katanya meluruskan. 

Jadi, mengenai kegiatan pada tahun 2025 ini termasuk sebenarnya pencairan Dana Desa sudah ada. Walaupun tidak sepenuhnya dan sudah ada beberapa kegiatan juga, seperti pembangunan Jalan Semenisasi yang sedang di kerjakan, pembangunan pembuatan Sumur Bor, pemberian bantuan sosial berupa BLT dan bantuan ke anak yatim," jelasnya dalam klarifikasi itu.

Kades Batang Nilo Kecil mengaku bahwa ternyata kondisinya sedang tidak sehat saat menjawab konfirmasi wartawan sehingga tidak fokus dan merasa enggan bicara terbuka saat itu karena lelah dari acara pada ketika itu.

"Saya akui salah, saya tidak berniat untuk tidak terbuka kemarin itu. Namun untuk rekan-rekan ketahui sebenarnya kondisi saya saat rekan-rekan konfirmasi itu sedang kurang baik dan tidak sehat, serta ada beberapa persoalan yang tidak bisa saya sampaikan karena persoalan keluarga," ujarnya.

Rahnus mengakui bahwa disaat rekan-rekan wartawan konfirmasi, dan kondisi saya sedang drop sehingga tidak fokus memberi keterangan secara terbuka dan semestinya.

"Akibat keterangan yang tidak semestinya itu sehingga publik berpersepsi buruk dampak pemberitaan itu. Saya juga tidak menyalahkan rekan-rekan dan itu kesalahan saya karena meminta kalian datang dan tetap melayani konfirmasi padahal kondisi saya sedang tidak baik, sehingga berimbas buruk pada citra saya sendiri. Dalam hal ini, bisa saya bilang miss komunikasi," ungkapnya.

Lanjutnya menyampaikan, terkait kerusakan yang ditemukan pada semenisasi menurut kami itu faktor alam yang tidak terhindarkan. "Rekan-rekan sendiri sudah melihat bagaimana lokasi medan jalan yang dibangun semenisasi itu bukan dataran yang rata, melainkan menurun dan menanjak dengan kemiringan yang cukup menang para pekerja saat itu karena kita menggunakan jasa swadaya masyarakat desa langsung," ujarnya.

Menurutnya, wajar juga bila ada masyarakat yang bertanya-tanya dan memiliki dugaan miring terkait realisasi Dana Desa, mungkin karena masyarakat tidak mengetahui apa-apa saja yang kami laksanakan sebagai perangkat desa. "Kedepannya jika ada tanda tanya di hati masyarakat, bisa langsung menemui kami," pintanya.

Rahnus menambahkan bahwa kejadian ini adalah pengalaman berarti baginya dalam menjalankan tugas kedepannya.

"Ini pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Jujur, ini memang tabu bagi saya karena saya jarang dikonfirmasi wartawan terkait hal-hal seperti ini," pungkasnya.***(Tim)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved