Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
4 Tahun Tidak Transparan Penggunaan Dana BOSDA
Masyarakat Desa Rantau Baru Bawah Minta Kadisdik Pindahkan Kepsek SD 001

Urc
Selasa, 09 Agus 2016 | dilihat: 2097 kali
Foto: SD Negeri 001, Rantau Baru Bawah, Pangkalan Kerinci.

UNGKAP RIAU, PELALAWAN - Terkait dengan informasi penggunaan Dana  Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sejak Tahun Anggaran 2012, 2013, 2014 dan Tahun Anggaran 2015 di Sekolah Dasar (SD) 001, Desa Rantau Baru Bawah, Kecamatan Pkl. Kerinci, Kabupaten Pelalawan Riau, terkesan tidak jelas arah penggunaan dana tersebut oleh Kepala Sekolah.

Demikian penyampaian informasi tentang kasus penggunaan Dana BOSDA ini diterangkan oleh sejumlah masyarakat Desa Rantau Baru Bawah kepada UNGKAP RIAU saat acara Sosialisasi PAHAM Radikal dan Organisasi Anti Pancasila oleh Direktorat Pol Air Polda Riau di Masjid Nurul Falah Desa Rantau Baru Bawah, Jumat (21/7/2016) lalu.

Penjelasan sejumlah Narasumber seputar persoalan penyimpangan Dana BOSDA itu sejak Tahun Anggaran 2012, 2013, 2014 dan Tahun Anggaran 2015 di SD 001 Rantau Baru Bawah. Sangat disayangkan bahwa penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah tersebut tidak sesuai peruntukkannya alias tidak transparan.

"Anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di SD 001 Desa Rantau baru Bawah ini tahun 2012, sebesar Rp 100 juta lebih," jelasnya.

"Tahun Anggaran 2012 itu telah dilakukan pembangunan pengrehapan Pagar SD 001 dengan besar Biaya Rp 5 Juta dan untuk semetara pembiayaannya bukan diambil dari Dana BOSDA melainkan dibiayai dari Dana Anggaran Desa (ADD) Ratau Baru Bawah.

Lebih celakanya lagi. Laporan pertanggung jawaban (LPJ) yang dibuat oleh Kepala Sekolah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan untuk pembiayaan pengrehapan pagar sekolah pada ketika itu, sebesar Rp 12 juta.

Padahal pembiayaan pengrehapan Pagar sekolah itu, didanai dari Dana ADD. Kemudian, pembangunan Parkir yang dilaksanakan masa itu, dari Dana ADD sebesar Rp 3,5 Juta dan Pembangunan Tengki Air sebesar Rp 3,5 juta juga didanai dari Anggaran Dana Desa (ADD). Sedangkan pembuatan Surat Laporan Pertanggung Jawabannya oleh Zamri, mangaku biaya dari Dana BOSDA.

Ironisnya lagi, Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2014 menyalurkan bantuan berupa baju Muslim dan Baju Olahraga untuk Anak-anak siswa-siswi kepada sejumlah 76 siswa-siswi. Namun diperjualkan oleh Zamri kepada Siswa-siswi.

Padahal, Baju Muslim dan Pakaian Olahraga tersebut, sejatinya bukan untuk dijual kepada murid karena baju-bajut tersebut merupakan bantuan Pemerintah  kepada siswa-siswi kurang mampu.

Dana Bosda tahun 2012 sebesar Rp 100 juta lebih, 2013 juga 100 Juta lebih. Sedangkan Dana BOSDA Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp 124 Juta dan 2015 sebesar Rp 115 juta. Untuk penggunaan Dana BOSDA tahun 2015 hanya sebesar Rp 6 Juta saja.

Item pekerjaan yang didanai dari Bosda itu, yakni Pembangunan Rombak WC sebesar Rp 600 Ribu, Parkir 600 Ribu, cet Pagar sekolah 1 juta dengan menggunakan CAT murah Merk ASOKA.

"Kami yang ada disini, bukannya tidak mau Identitas kami dituliskan sebagai Narasumber dalam persoalan penggunaan Dana BOSDA itu oleh Rekan-rekan Pers. Karena mengingat Kepala Sekolah SD 001 Rantaua Baru Bawah ini, merupakan keluarga," jelas  sejumlah Narasumber ini.

Adanya pernyataan sejumlah masyarakat Desa Rantau Baru Bawah ini. UNGKAP RIAU konfirmasikan kepada Kepala Sekolah SD 001 Rantau Baru Bawah, Zamri. Namun tidak berhasil, karena Kepala Sekolah bersangkutan selalu menghindar wartawan, sehingga turunya berita ini, tanpa tanggapan Kepsek yang barsangkutan. (Yilianus)

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved