PELALAWAN, UNGKAP RIAU - Sungguh mirisnya berbagai celoteh masyarakat Pkl Kerinci saat ini, terkait pembenahan nya sebagai Ibukota Kabupaten Pelalawan. Bahkan Sejak usia daerah ini dimekarkan dari Kabupaten Kampar dan pembenahan dilakukan hanya setengah hati oleh Pemdakab Pelalawan.
"Pangkalan Kerinci ini kan sebagai Ibukotanya Kabupaten Pelalawan, akan tetapi, masih menyisahkan pekerjaan yang tidak kunjung ada Finishing," ungkap Eliman Manurung yang merupakan Anggota DPRD Pelalawan yang merupakan Politisi Partai Hanura kepada UNGKAPRIAU, kamis (15/12/2016)
Ia menjelaskan, permasalahan pembangunan di Kota Kec Pkl Kerinci adalah sebagai semboyan Kabupaten Pelalawan yang masih banyak dan belum terjawab oleh Pemerintah yang sekarang.
"Diantara permasalahan yang ada di Pangkalan Kerinci ini tentu berdasarkan sejumlah Gang-gang serta Jalan yang masih belum tersentuh Semenisasi, terlebih Aspal. Bahkan sistem penanganan aliran air di beberapa titik yang meresahkan warga saat hujan pun masih kurang," ulasnya.
Menurutnya, persoalan ini merupakan dasar bagi masyarakat untuk angkat bicara terkait sistem penanganan sejumlah Drainase oleh Dinas Tata Kota. "Ya, masih belum jelasnya sistem drainase yang menyebabkan sejumlah titik di kota Pangkalan Kerinci terendam banjir saat musim hujan. Karena kota ini Ibukota Kabupaten Pelalawan, semestinya sudah terbenahi pembangunannya sesuai harapan masyarakat," katanya.
Eliman yang berada di Komisi I DPRD Pelalawan ini amat mengkhawatirkan kondisi Pangkalan Kerinci yang menyandang sebagai Ibukota Kabupaten Pelalawan.
"Saya berharap kiranya Pemkab Pelalawan menciptakan suatu program nyata untuk menjawab persoalan banjir bagi kota Pangkalan Kerinci," pintanya.
Walaupun kita terkendala pembiayaan pembangunan akibat rasionalisasi Anggaran di tahun 2017 ini misalnya. Namun harapan kita atas program pembangunan yang tertunda dan dapat dirancang kembali pada tahun berikutnya, terutama untuk mengatasi luapan air Paret yang menggenangi badan jalan di sejumlah titik kota Pangkalan Kerinci.
Dia mengakui bahwa jatah jalan untuk 2017 hanya 3,5 KM di Pangkalan Kerinci karena pemerataan dan atau berbagi. Untuk kedepannya, kita berharap ada program rill yang jelas untuk Pangkalan Kerinci.
"Saya cetuskan Pembenahan Kecamatan Pangkalan Kerinci ini kepada Pemda, karena merupakan Ibukota Kabupaten Pelalalwan. Bilamana Kota Pkl Kerinci ini tidak dilakukan pembenahan maka tidak layak disebut sebagai Ibukota atas kondisinya," tandasnya.
Lebih jauh Eliman menguraikan bahwa jalan masih banyak yang belum di aspal, drainase yang buruk, penataan kota yang belum tertata dengan baik. Kita harus menjaga Marwah Pangkalan Kerinci sebagai Ibukota.
"Contohnya untuk gapura batas Pangkalan Kerinci dengan Kabupaten kota lainnya harus terlihat indah dan cantik bukan seperti sekarang. Jelasnya masih banyak pembenahan yang harus dilakukan," paparnya. (Urc)
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |














