Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
TELAN ANGGARAN APBN MILYARAN RUPIAH
Proyek Pembangunan Gedung Pondopo Kabupaten Siak Ambruk

penulis Pimpina
Minggu, 01 Jan 2017 | dilihat: 1559 kali
Foto: Kondisi gedung Pendopo di Kabupaten Siak yang sudah roboh setelah selesai dibangun oleh Satker Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau dan tampak hanya tiang pondasi dasarnya yang masih berdiri.

PEKANBARU, UNGKAP RIAU - Sungguh di sayangkan Proyek Pembangunan gedung Pondopo di Desa Muara Klantan Kec. Mandau Kabupaten Siak oleh Satuan Kerja (Satker) Balai Pengkajian Technologi Pertanian Riau tahun 2016, Ambruk.

Demikian proyek Gedung Pendopo yang ambruk ini ditemukan oleh beberapa Media Cyber dan Cetak yang tergabung dalam tim UNGKAP RIAU pada tanggal 10 Desember 2016 lalu di daerah Kec. Mandau Kabupaten Siak.

Salah seorang warga Desa Muara Klantan yang tidak bersedia dituliskan identitasnya kepada Wartwan, Proyek yang dikerjakan Satker Balai Pengkajian Technologi Pertanian Riau ini sangat mengecewakan masyarakat karena Gedung yang baru saja siap dikerjakan  tersebut sudah ambruk kebawah rata dengan pondasinya.

"Kami sebagai warga setempat sangat  bangga dan meminta terimakasih kepada pemerintah Pusat yang telah memperhatikan daerah ini dengan mengalokasian Puluhan Milyar Dana APBN untuk pembiayaan kegiatan Satker Balai Pengkajian Pertanian Riau di Kecamatan Mandau ini," ujarnya.

Menurut sumber ini mengatakan, setelah bangunan Gedung Pendopo itu selesai dikerjakan oleh Rekanan. "Kami selaku warga setempat turut ikut mengamati pengerjaannya. Namun pekerjaan itu tidak seperti yang diharapkan "Asal jadi" sehingga mengakibatkan Ambruk," bebernya.

Dia menyampaikan bahwa  proyek pembangunan di daerah Desa Muara Klantan tahun 2016 itu bukan hanya bangunan Gedung Pondopo saja. bahkan banyak bangunan lainnya yang dikerjakan tidak sesuai bestek.

"Bangunan yang dilaksanakan oleh Satker Balai Pengkajian Technologi Pertanian Riau di daerah ini, tidak seluruhnya kami ketahui Nama Paket nya dan juga Besar Nilai Pagu Dananya, karena pihak Satker yang bersangkutan tidak ada memasang Pamplet (Plang) disekitar lokasi yang dia bangun," ringkasnya. 

Dikatakan sumber ini. Bilamana Rekan-rekan Wartawan ingin mengetahui seluruh Paket-paket di daerah kami ini,  datangi saja Kantor Satker Balai Pengkajian Tecnologi Pertanian Riau itu di Jalan Kahuruddin Nasution Kec. Marpoyan Damai Pekanbaru. "Disana alamat kantornya," katanya mengakhiri. 

Sementara itu Sekretaris Jendral LSM-TRIBAKTI, Alui Zanolo Waruwu SE menangapi konfirmasi UR dikantor Sekretariat LSM-TRIBAKTI di Jalan Riau No. 8 Pekanbaru, Rabu (28/12/2016).

Alui Janolo mengatakan, terkait dengan proyek pembangunan Gedung Pondompo yang ditemukan rekan-rekan Pers di lapangan. Tentu hal Itu sangat di sayangkan.

Apalagi sumber pembiayaan bangunan tersebut dari Dana APBN mencapai Milyaran Rupiah.

"Ya, beberapa minggu lalu sudah ada salah satu tim yang menunjukkan Foto Dokumen proyek Gedung yang ambruk milik Satker BPP Riau itu kepada saya. Bahkan permasalahan itu sudah berkali-kali mencoba menjumpai Satker dan tidak berhasil selalu menghindari LSM maupun Wartawan. Dihubungi melalui Via Hp juga tidak diangkat, di SMS pun juga tidak di balas. Sehingga pihak Satker yang bersangkutan dianggap kebal hukum," pungkasnya.

Sambungnya, mengingat persoalan ini tidak di respon oleh pihak Satker Balai Pengkajian Technologi Pertanian Riau. Maka diminta kepada pihak Tipikor Polda Riau dan Kejati Riau untuk menindaklanjuti kasus Proyek yang dinilai sarat Korupsi di Satker Balai Pengkajian Pertanian Riau itu.

"Atas nama Lembaga Swadaya Masyarakat Tribakti meminta pihak Tipikor Polda Riau dan Kajati Riau untuk membidik dugaan Korupsi Dana APBN di Kantor Satker Balai Pengkajian Technologi Pertanian Riau," tutupnya.

Ditempat terpisah salah seorang Konsultan Senior, Sulaiman ST membeberkan kepada UNGKAP RIAU terkait bangunan pemerintah yang saat ini menjadi buah bibir LSM maupun Wartawan setelah melakukan pemantauan dan atau Infestigasi dilapangan yang kadang kala proyek-proyek pembangunan ditemukan tidak memiliki mutu dan kualitas.

"Pembangunan Pemerintah pada bidang jasa Konstruksi, seringkali ditemukan tidak memiliki mutu dan kualitas. Sebab Proyek yang tidak memiliki mutu dan kualitas itu, bukan kesalahan   perancang gambar (Arsitektur) melainkan kesalahan Satker pemilik kegiatan," ungkapnya.

Misalnya, bangunan Gedung Pondopo yang sudah Ambruk itu, tentu pengerjaanya dari pihak Satker Balai Pengkajian tecnologi Pertanian Riau akibat tidak sesuai Speksifikasi Tehnik di lapangan.

"Arti dari maksud dugaan tidak sesuai Speksifikasi itu ada barbagai macam faktor kelelaian dan terlebih bila memang unsur kesengajaan Satker maupun Rekanan," katanya. 

Misalnya, Item dari Bestek atau gambar, disana ada pemasangan tulangan dan atau besi. Akan tetapi dalam realisasi pelaksanaan tidak dipasang. Tentu hal itu berdampak fatal hingga mempengaruhi ketahanan struktur bangunan itu sendiri," paparnya.

Sulaiman, kasus bangunan Pondopo yang Ambruk di daerah Kabupaten Siak  itu, sudah semestinya Pihak Tipokor Polda Riau dan Kajati Riau memanggil pihak Satker Balai Pengkajian Technologi Pertanian Riau untuk mempertanggung jawabkan kegiatan yang dinilai tidak sesuai Spesifikasi tehnik pengerjaan dilapangan.

"Harapan kita dalam kasus ini agar pihak Penegak Hukum tidak menunggu Laporan dari LSM. Ini sudah cukup dasar mereka memanggil pihak Satker dan Rekanan," ujarnya. 

Saat persoalan Bangunan Gedung yang Ambruk ini di konfirmasikan kepada Taufik selaku pihak Satker Balai Pengkajian Technologi Peryanian Riau, tidak membuahkan hasil karena menurut  Petugas Jaga (Security) "Taufik" tidak berada ditempat sehingga berita ini diangkat tanpa penjelasan pihak Balai Pengkajian Technologi Pertanian Riau ini. (Pimred)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved