Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
SEDANG MENYETOR UANG MILIK SPBU 300 JUTA
Polsek Pondokgede: Nurjaman Dibacok Rampok Saat Sitor Uang Milik SPBU

REDAKSI UNGKAPR
Selasa, 03 Jan 2017 | dilihat: 995 kali

BEKASI, UNGKAP RIAU - Seorang petugas sekuriti Nurjaman (40) ambruk dibacok perampok saat hendak menyetor uang senilai Rp 300 juta hasil penjualan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU tempatnya bekerja.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Raya Hankam, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi pada Selasa (3/1/2017).

Dia ambruk setelah mengalami luka bacok di bagian tangan dan dada, dan langsung dibawa oleh warga ke RS Jatirahayu, Pondok Melati untuk mendapat perawatan.

Sementara itu, uang senilai Rp300 juta yang dibawanya pun raib dibawa kabur oleh kawanan perampok yang hingga saat ini dalam perburuan petugas Polsek Pondokgede dan Polrestro Bekasi Kota.

Salah seorang saksi mata di lokasi bernama, Erik (36) mengatakan, korban dirampok saat melintas dari arah Jatiwarna menuju Pondok Gede.

Ketika melintas dengan sepeda motornya, tiba-tiba kendaraan korban terlihat dipepet oleh sebuah sepeda motor yang ditumpangi oleh dua orang pria, dari arah belakang.

Kedua pria itu bahkan datang dibekali senjata tajam. 

"Satu pelaku membawa clurit dan satu pelaku lagi membawa golok," ungkap Erik.

Pada saat korban dipepet, salah seorang pelaku langsung membacok tangan dan dada korban hingga terjatuh dari sepeda motor.

"Korban sebetulnya sudah berusaha mempertahankan uangnya, tapi lukanya yang parah akhirnya membuat dia tak kuat melawan dan pelaku pun membawa tas miliknya," jelas Erik.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Pondokgede AKP Dimas Satya Wicaksono saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan hal itu. 

Menurutnya, hingga kini penyidik masih menggali keterangan saksi di lapangan.

"Korban sudah dibawa ke RS Jatirahayu untuk mendapat perawatan dan anggota sedang mengeceknya," kata AKP Dimas.

AKP Dimas menduga, pelaku telah mengintai aktivitas korban sejak beberapa hari. Sebab aksi mereka begitu cepat dan terbilang nekat.

Padahal saat itu, situasi di lapangan sedang ramai. 

"Warga tidak ada yang berani menolong, karena pelaku dibekali senjata tajam," ujar AKP Dimas. (Urc)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved