Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
DINILAI PENGELOLAAN DANA PEMBANGUNAN PPIDK TA 2014 SARAT PENYIMPANGAN
Sejumlah Bangunan Galian Sumur Didesa Ukui Dua Bermasalah

Pimred UNGKAP R
Senin, 09 Jan 2017 | dilihat: 1816 kali
Foto: Kondisi Bangunan Sumur di Daerah Desa Ukui Dua yang dibangunan tahun anggaran 2014 oleh KSM bersumber Dana APBD anggaran PPIDK yang kini kondisinya sudah rusak karena tidak sesuai Bestec

PELALAWAN, UNGKAP RIAU - Dengan  adanya Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan memberikan kepercayaan kepada Desa untuk mengelola Dana Pelaksanaan Pembangunan Ifranstruktur Desa/Kelurahan tahun Anggaran 2014 sebesar Rp 550 Juta. untuk masing-masing Desa/Kelurahan dengan tujuan agar pelaksanaannya dilakukan sesuai peruntukanya. Namun yang terjadi menurut pemantauan wartawan dilapangan banyak yang tidak sesuai harapan masyarakat setempat.

Pasalnya, dalam infestigasi wartawan belum lama ini dilapangan. Kemukakan sejumlah proyek pembangunan yang ditangani oleh Desa dan tidak sesui seperti yang diharapkan.

Contohnya, pembangunan Penggalian sumur di daerah Desa Ukui Dua kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan yang sepaket dengan WC dengan besar Anggaran Rp 550 juta. Kini kondisinya sudah rusak.

Sementara itu keterangan dari salah seorang warga yang tidak mau  dituliskan identitasnya kepada UNGKAPRIAU mengatakan "Pemasangan cincin untuk sumur itu tidak sesuai perencanaan yang telah disepakati awal oleh masyarakat Desa," ujarnya.

Menurut sumber mengatakan, dalam rencana awal untuk pembangunan MCK dan atau Gali Sumur ini, masing-masingnya akan dipasang 9 cincin disetiap 1 Galian sumur. Namun kenyataannya tidak sedemikian," ungkapnya.

Sumber, saya utarakan persoalan ini kepada rekan-rekan wartawan, agar bisa membuktikannya sendiri dilapangan. Soalnya, disumur Desa Ukui II ini dibangun sebanyak 15 biji sumur oleh Desa. Namun pemasangan cincinnya berfariasi ada yang 3 cincin ada yang 4-5 maupun 6 dan 7 cincin. Sedangkan perencanaan dalam gambar atau bestek. Setiap pembangunan sumur tersebut harus dipasang 9 cincin.

"Ya, pemasangan cincin di sumur yang satu ini hanya sebanyak 6 cincin. sehingga mutu dan kualitas sumur tersebut sangat dikhawatirkan tidak bertahan lama. Karena pelaksanaan pembangunannya dinilai tidak sesuai speksifikasi teknis oleh KSM," ulasnya mengakhiri.

Ditempat terpisah Swandi selaku warga ukui menambahkan kepada UNGKAPRIAU menyebutkan. "Pembangunan Galian Sumur Desa Ukui Dua sebanyak 15 Unit itu tidak sesui dengan harapan. 

Mengapa saya katakan pembangunan itu tidak sesuai. Karena anggaran pembiayaannya dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan mencapai Rp 550 Juta. Sementara hasil pelaksanaan pengerjaannya dari KSM tidak mengutamakan mutu dan kualitas. Padahal, Tujuan pemerintah menyerahkan pengelolaan Dana PPIDK  kepada masing-masing Desa dan Kelurahan misalnya, untuk menghindari kenakalan mafia proyek.

"Tujuan pemerintah tidak menggunakan jasa pihak ketiga (Rekanan Kontraktor) dalam menangani pelaksanaan pembangunan Desa yang bersumber dana PPIDK, agar pembangunannya benar-benar terjaga kualitasnya," tukasnya.

Swandi menambahkan lagi, dalam anggaran biaya yang di SPJ kan Desa disetiap pembiayaan Galian Sumur ini sangat tidak sesuai dari yang sebenarnya.

"Biaya yang dicantumkan KSM dalam pelaksanaan pembangunan sumur itu sebesar Rp 34 Juta per unit. Padahal, biaya yang sebenarnya bila dihitung hanya menghabiskan Dana per unit sebesar 17 Juta lebih dan di kali 15 unit," jelasnya.

Lebih jauh Swandi menyebutkan. Akibat pembangunan penggalian sumur Desa Ukui Dua ini tidak sesuai Speksifikasi, sehingga disetiap kemarau mengalami kekeringan alias tidak ada Air dan bila musim hujan Airnya keruh.

Saat persoalan ini di konfirmasikan kepada Kepala Badan Pemberdayaan masyarakat Pedesaan (BPMPD), Drs. Zamur Das sekitar tahun 2016 silam. Pihaknya bersama Kepala Desa dan KSM, Harun, mengaku bahwa pekerjaan yang ditangani secara manual. Pasti tidak sempurna sesuai yang kita harapkan.

"Pekerjaan yang ditangani secara manual oleh masyarakat pasti tidak seperti yang kita inginkan, karena masyarakat bukan seperti mal atau wartapas," ujarnya. (Yulianus)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved