Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Caleg Ono Niha Pelalawan dan Provinsi Hadiri Penguburan Ferdianus Buulolo
Tuhonasokhi Meminta Polres Pelalawan Mengungkap Motif Kematian Anaknya

Pimred Ungkap R
Senin, 29 Okt 2018 | dilihat: 1579 kali
Foto: Doc foto saat jasad Ferdianus Buulolo di antarkan di pekuburan di tanah perwakafan di PT Musimas

PELALAWAN. ungkapriau.com- Calon Anggota DPRD pelalawan daerah Pemilihan (DAPIL-II), Eprisman Aryanjaya Ndruru SH dan Calon Anggota DPRD Provinsi Riau asal Putri Nias, Meiniwan Halawa SIP, daerah Pemilihan Kabupaten Pelalawan-Siak. Hadiri skarmi penguburan Ferdianus Buulolo ditanah perwakafan di PT. Musimas Kecamatan Pkl Lesung Pelalawan-Riau, Senin (29/10/2018).

 

Kematian Ferdianus Buulolo (12 Thn) menyisahkan pilu bagi keluarga dan seluruh masyarakat Asal Nias di Kec. Pkl Lesung dan juga masyarakat Asal Nias Pelalawan secara kesekuruhan ikut merasa haru atas kepergian anak pasangan Tuhonasokhi Buulolo-Ina Ferdianus Laia karena motif kematian anak pertama mereka itu tidak diketahui dan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian resort pelalawan.

 

Benar, Pak. “Kami dari keluarga Ferdianus Buulolo sangat terpukul dengan kejadia ini. Kematian anak pertama kami itu, sepertinya tidak wajar,” kata ayah almarhum ini di kediamannya di Estet III PT. Musimas.

 

Lebih lanjut Ayah beranak Empat ini menjelaskan kepada media ungkapriau.com terkait kronologis mulai hilangnya Ferdianus Buulolo dari rumah hingga pada penemuan mayat Ferdianus.

 

“Ya, pada hari Kamis pagi tanggal 25 Oktober 2018 Ferdianus berangkat dari rumah dan pada siang harinya kembali kerumah dengan membawa ikan dari paret galian alat berat dan ikan yang dibawa korban sudah saya makan setelah saya pulang kerja pada pukul pukul 15:30 Wib,” jelas Tuhonasokhi Buulolo.

 

Benar,  setelah saya tidak melihat anak saya itu langsung saya tanyakan kepada neneknya. Namun jawaban neneknya juga tidak mengetahui kemana Fedianus pergi “Mungki saja mencari ikan lagi di tempat alat bekerja gali paret di Blok 59T-60T DV A Estet III PT.  Musimas,” jelas Tuhonasokhi meniru keterangan Nenek Ferdianus.

 

Lebih lanjut Tuhonasokhi menerangkan sekira pukul 17:30 Wib pihak keluarga bersama sejumlah lainnya melakukan pencaharian di sekitar lokasi dimana alat tersebut bekerja hingga sampai pikul 23:00 Wib dilakukan.

 

Selanjutnya, dikarenakan tidak kunjung menemukan korban, maka kami melaor kepada pihak Security PT. MUSIAMS di Pos RINGK 1 yang pada ketika itu Security R. Siregar menyarankan untuk mencari di sekeliling areal DV A saja dulu.

 

“Ya, suasai kami melapor di Pos Rink 1 dan saya ssndiri pulang kerumah untuk beristrahat, sehingga ke esokan hari Jumat tanggal 26 Oktober 2018 saya melapor di Polsek Pkl Lensung sekira Pukul 09:00 Wib dan keluarga lainnya bersama warga Nias di DV A untuk membantu mencari. Namun tetap saja tidak ad hasil hingga sampai malam harinya,” terangnya.

Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018 kemali bersama-sama warga melakukan pencaharian dengan menyisir arel di belakang rumah/atau sekeliling barak DV A hingga sampai di sekitar Blok S58-S57. Namun juga hasilnya tidak ada.

 

Tuhonasokhi menambahkan bahwa karena mulai hari Kamis pencaharian hingga sampai hari sabtu tidak berhasil dan hari minggu pagi kembali melanjutkan hingga berhasil ditemukan sekira pukul 13:30 Wib di paret Blok 59T DV A PT. Musimas Estet III dengan kondisinya tidak bernyawa (membusuk).

 

Ditambahkan orangbtua beranak 4 ini merasa ada keanehan dengan sikap operator alat Komatsu yang sedang bekerja di lokasi dimana anaknya ditemukan. Pasalnya. Operator tersebut menyuruh Tuson Buulolo memanggil saya untuk berbicara.

 

Menurut operator itu kepada Tuson, “jika misalnya anak saya tidak ditemukan sore Jumat ini. Agar foto Ferdianus (Anak saya-red) saya antarkan kepadanya dengan tujuan untuk membawakan kedukun. Padahal saya tidak mengenal operator alat itu,” tutupnya.

 

Hal Senada juga ditambahkan yang mengaku namanya Keletus Kotoaro Gulo (39) mengatakan bahwa kejadian itu sangat membuat kami warga masyarakat asal Nias Kec. Pkl lesung gempar setelah menemukan Ponaan kami itu dalam keadaan meninggal di paret yang tidak jauh dari lokasi pekerjaan paret oleh alat berat milik PT. Musimas estet III dengan Merk Comadsu.

 

Dalam kemjadian yang menimpa keluarga kami ini, atas nama Paman meminta kepada pihak Polsek Pkl lesung untuk dapat mengungkap apa motif kematian anak kami itu.

 

Jika kematiannya merupakan perbuatan manusia dan kami harapka agar dapat memberikan hukuman yang setimpal.

 

Sementara itu, salah satu Tokoh Masyarakat Nias Pelalawan, Eprisman Aryanjaya Ndruru SH yang juga sslaku Caleg DPRD pelalawan dari Partai PDIP daerah pemilihan II, Kec. Bunut dan Teluk Meranti, Bandar Petalangan dan Kuala Kampar dan Kec. Bunut menyampaikan turut berdukanya terhadap keluarga besar Tuhonasokhi Buulo.

 

Tokoh ini meminta keluarga untuk bersabar dalam menghadapi musibah ini. Untuk itu,  saya juga berharap kepada pihak penegak hukum untuk mengungkap tuntas motif kematian anak pertama Tuhonasokhi Buulolo ini.

 

Eprisman Aryanjaya Ndruru meminta keada perusahaan PT. Musimas untuk menghargai karyawannya dan memperhatikan berbagai kempentingan tenaga keraj di perusahaan. 

 

"semestinya petusahaan itu bukan menggunakan damtruk mengantar mayat karyawanbya di pemakaman. Kok perusahaan sebesar ini tidak memiliki ambulance. (Yul)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved