PELALAWAN, Ungkapriau.com- 7 Program pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan yang sering di gadang-gadangkan Bupati H.M.Harris di Periode pertama hingga pada periode kedua, dan Program tersebut dinilai tidak berhasil dirasakan masyarakat Kabupaten Pelalawan.
Demikian pernyataan ini disampaikan salah seorang Pemuda Tanjung Air Hitam yang mengaku namanya Jamilus (36) dengan bertempat tinggal di Desa Pangkalan Panduk, dalam bincang akrabnya dengan media ini di Kecamatan Pkl Kerinci, (29/8/2019).
Menurutnya, Satu (1) diantara tujuh (7) Program strategis pemerintah daerah pelalawan yang selalu digadang- gadangkan yakni "Program Pelalawan Terang" dinilai gagal.
"Kami dari masyarakat Desa Tanjung Air Hitam sangat menyayangkan. Satu (1) diantara Tujuh (7) program program strategis Bupati Harris ini, dinyatakan gagal dirasakan oleh masyarakat delapan Desa (8) di wilayah Kecamtan Kerumutan dan Kecamatan Teluk Meranti," ungkapnya.
Jamilus menyampaikan bahwa 8 Desa diwilayah Kecamatan Kerumutan dan Kecamatan Teluk Meranti yang tidak merasakan program pelalawan terang Bupati Harris, yakni Desa Pkl Panduk, Desa Kuala Panduk, Desa Petodaan, Desa Tanjung Air Hitam, Desa Lipai Bulan, Desa Pkl Terap, Desa Pulau Muda, Desa Segamai, dan beberapa dusun lainnya seperti Dusin Pkl Bulu, Dusun Lubuk Salak, Dusun Tanjung bintangur dan beberapa dusun lainnya belum merasakan adanya program pelalawan terang itu.
Dikatakannya, sudah mendekati 10 tahun "Program Pelalawan Terang" digadang- gadangkan Pemerintah Kabupaten Pelalawan dibawah kepemimpinan H.M.Harris dan Drs.H.Zardewan MM dan Alhamdulillah, program itu, belum dirasakan oleh masyarakat di 8 Desa dan sejumlah dusun yang ada di wilayah itu. Bila ada pihak-pihak yang menyebut keberhasilan tentang Program yang dimaksud, Itu sangat diprotes, karena di daerahnya belum merasakan yang namanya program puja-puji itu.
"Kami masyarakat Desa Tanjung Air Hitam, berharap dalam pemberitaan Media untuk tidak terlalu memuja- muji suatu Program pembangunan yang diselenggarakan pemerintah jika hasilnya belum dirasakan oleh masyarakat. Sebab, akibat pengaruh Puja-muji berita media itu, tentu memunculkan anggapan publik bahwa rezim kepemimpinan Bupati Pelalawan yang sekarang dianggap berhasil. Padahal, jika kenyataannya dilakukan penilaian dilapangan oleh Tim pembangunan misalnya. Sudah pasti, jawabannya belum maksimal atu gagal," kata pemuda ini, kesal.
Jamilus berharap media, benar- benar memberikan informasi yang akurat tanpa memberikan pujian dengan program pemerintah yang tidak seluruhnya dinikmati masyarakat. Sebab, Media merupakan pilar ke-4 bangsa yang keindependennya dipercaya dalam mengungkap dan menyatakan suatu kebenaran kepada khalayak publik.
"Ya, untuk saat ini, hanya medialah sebagai tumpuan kepercayaan masyarakat di berbagai informasi tentang perkembangan pembangunan. Jika media tidak kritisi penguasa dan hanya berita- berita puja dn muji, sudah pasati pejabat itu melakukan pemborosan APBD untuk program pembangunan yang tidak maksimal terwujud," kata Jamilus mengakhiri. (Yul)
| DPRD Pelalawan: APBD Prioritas Pembangunan Kesejahteraan Dan Penguatan Ekonomi Daerah | |
| Kelurahan Teluk Meranti Buka Pusat Bantuan Untuk Korban Banjir di 3 Provinsi | |
| Keluarga besar Leo Oscar M Laia Meminta Polres Pelalawan Tetapkan Status Pelaku Pembunuhan | |
| Kades Rahnus Klarifikasi Statement Viralnya di Sejumlah Media | |
| 3 Pelaku Pencurian dan Pemerasan Berhasil Diamankan Polsek Pangkalan Kerinci | |
| Polres Pelalawan Amankan Dua Orang Terduga Pelaku Karhutla | |
| Hj.Darnawati Kawal Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Jalan Sanglar Dan Kota Baru | |
| BFI Finance Cabang Air Molek Lempar Tanggung Jawab Ke Kantor Pekanbaru | |
| Mantan Kadiskominfo Inhil Keberatan Pemberitaan Tanpa Memenuhi KEJ | |
| Kondisi Jalan Desa Rantau Bawah Tetap Memprihatinkan | |















