Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Bupati Nias Barat,
Eliyunus Waruwu Bawakan Suara Nias Barat Ke Pemerintah Pusat

Yulianus Halawa
Senin, 15 Sep 2025 09:17 WIB | dilihat: 22796 kali
Foto: Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu saat membawakan Suara Masyarakat Nias Barat ke Pemerintah Pusat

Nias Barat (ungkapriau.com)- Kesungguhan Bupati Nias Barat membangun daerah kepemimpinan nya, merupakan sebuah komitmen Eliyunus Waruwu dalam menjadikan daerah tersebut berkembang menuju masyarakatnya sejahtera.

Keseriusan Bupati ini, terlihat jelas bahwa dirinya tidak kenal lelah untuk kemajuan daerahnya. Bahkan tanggal 15 September 2025 lalu. Bupati Eliyunus Waruwu membawakan suara masyarakat Nias Barat ke Pemerintah Pusat dan Menko PMK untuk menyampaikan kondisi Nias Barat. Perjumpaan tersebut menurut Bupati Nias Barat, bukan sekadar presentasi, melainkan kesempatan untuk membawa suara masyarakat di pemerintahan pusat.

"Sudah kita sampaikan berbagai hal terkait kondisi Nias Barat termasuk angka kemiskinan yang mencapai lebih dari 23%, di atas rata-rata Sumut. Stunting pun masih di angka 25%, sebuah alarm serius yang menuntut kerja bersama dalam menekan angka ini," ujarnya.

Dari sisi pendidikan, angka rata-rata lama sekolah kita baru 7,5 tahun. Itu berarti banyak anak-anak kita yang belum menuntaskan pendidikan menengah. Sementara di sektor kesehatan, keterbatasan tenaga medis masih jadi kendala.

Kita sudah menambah 5 Kepala Puskesmas baru, tapi tetap saja jangkauan layanan masih harus diperkuat.

Bupati Eliyunus Waruwu juga menerangkan bidang infrastruktur dasar, kita juga jujur, akses air bersih baru 56% rumah tangga yang menikmati, sementara jalan kabupaten dengan kondisi baik baru sekitar 42%. Listrik masih jadi tantangan, makanya kita dorong pembangunan PLTS 10 MW di Sitolu Banua.

Ruang fiskal kita sempit, kurang dari 10% dari APBD. Tapi kita mencoba berinovasi. Kita dorong ketahanan pangan lewat jagung hibrida, pisang, dan ubi. Kita bentuk BUMD Tanomo sebagai motor baru ekonomi daerah. Kita juga tetap patuh pada mandatory spending yaitu 20% untuk pendidikan, 40% untuk infrastruktur, 30% batas belanja pegawai.

Kita akan terus membuka pintu komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat.

"Saya berharap pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dapat membantu Pemerintah Kabupaten Nias Barat sehingga berbagai persoalan yang telah kita sampaikan dapat terealisasi sesuai harapan," harapnya.

Tentulah ya, sebagai Pimpinan Kabupaten Nias Barat meminta masyarakat Nias Barat untuk mendukung berbagai program pemerintah dan mendoakan kami tetap sehat dan kuat mengemban amanah ini.***



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved